Hindari 4 Makanan Ini Agar Terhindar dari Bahaya Kerontokan Rambut

oleh

SOLO, MettaNEWS – Rambut rontok jadi masalah yang menyebalkan bagi sebagian orang. Mungkin jika kehilangan berhelai-helai rambut dalam jumlah yang sedikit bukanlah hal yang mengganggu. Tetapi jika rambut rontok lebih dari 100 helai per harinya tentu sangat merepotkan.

Rambut rontok 50 hingga 100 helai setiap hari masih dianggap hal yang wajar. Hal tersebut seharusnya tidak akan menimbulkan masalah atau membuat kepala menjadi cepat botak. Alasannya karena rambut baru akan tumbuh dan menggantikan rambut rontok tersebut.

Namun jika rambut rontok berlebihan, disertai dengan pertumbuhan rambut yang terganggu atau terhenti, kepala bisa kehilangan mahkota indahnya, baik untuk sementara maupun selamanya.

Dilansir dari Alodokter, secara umum, rambut rontok berlebihan dan pertumbuhan rambut yang lambat, bisa disebabkan oleh faktor-faktor. Diantaranya stres secara emosional, misalnya kehilangan pekerjaan, sedang menjalani proses perceraian, keluarga sakit parah.

Stres fisik yang intensif, seperti melahirkan atau beban pekerjaan yang tinggi juga jadi pemicu rambut rontok. Adanya perubahan hormonal, seperti yang terjadi pada wanita hamil atau setelah melahirkan dan saat menyusui.

Kekurangan gizi, seperti protein dan zat besi, misalnya pada penderita gangguan makan juga jadi penyebab rambut rontok ini terjadi. Terlebih bagi yang menderiya penyakit tertentu, seperti infeksi berat, alopecua areata, penyakit kelenjar tiroid, infeksi jamur di kepala, penyakit autoimun dan sifilis rawan mengalami kerontokan rambut.

Selain itu efek samping obat-obatan, seperti pemakaian pil KB, vitamin A dosis tinggi, obat antidepresan, dan obat hormonal juga dapat mempengaruhi kerontokan rambut.

Tidak hanya itu, bahkan yang mengalami demam tinggi, anemia parah, atau baru sembuh dari sakit juga tidak terlepas dari masalah rambut yang satu ini. Dan tentunya bagi yang menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi terapi radiasi kerontokan rambut tak terelakkan.

Bagi pengguna produk perawatan rambut berbahan keras, seperti cat rambut, bleaching rambut, atau kebiasaan menggunakan pemanas rambut juga berisiko mengalami kerontokan rambut yang parah.

Sama seperti kulit, kesehatan rambut juga banyak dipengaruhi asupan makanan yang kita konsumsi. Pasalnya, jika asupan makanan yang dimakan tidak memiliki gizi yang cukup untuk menutrisi rambut, bukan tidak mungkin masalah rambut rontok bisa kita alami.

Penting untuk mulai memperhatikan asupan makanan yang dibutuhkan. Berikut empat makanan yang dapat dihindari agar tidak mengalami kerontokan rambut berlebih.

Makanan tinggi gula

Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula dapat memicu kerontokan rambut. Pasalnya makanan tinggi gula seperti tepung olahan, roti, minuman bersoda, minuman kemasan dan lain sebagainya dapat membuat ketidakseimbangan hormon dan menyebabkan lonjakan gula darah, serta androgen yang mengikat rambut rontok.

Junk food

Junk food sering kali sarat dengan lemak jenuh dan tak jenuh tunggal. Mengutip NDTV, tak cuma memicu berbagai penyakit kronis, lemak jenuh yang tinggi juga bisa membuat seseorang dapat kehilangan rambut.

Lemak dapat membuat kepala berminyak serta menyumbat pori-pori. Hal ini bisa berujung pada kerusakan folikel rambut.

Putih telur mentah

Putih telur menjadi salah satu sumber protein terbaik yang bisa dikonsumsi. Namun ketika putih telur dikonsumsi dalam kondisi mentah dapat menyebabkan kekurangan biotin, vitamin yang membantu produksi keratin rambut.

Ikan dengan kandungan merkuri tinggi

Tingkat merkuri yang tinggi dapat menyebabkan kerontokan rambut secara tiba-tiba. Sedangkan sumber paparan merkuri yang paling umum adalah ikan. Konsentrasi metil-merkuri dalam ikan telah meningkat selama beberapa dekade terakhir, misalnya saja beberapa jenis ikan tuna.