SRAGEN, MettaNEWS – PLN UP3 Surakarta bersama PLN Electricity Services (PLN ES), Pemerintah Kabupaten Sragen, dan Yayasan Yatim Mandiri meresmikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli Electrifying Agriculture di Kebayanan 1 Jatirejo, Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan energi listrik yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Electrifying Agriculture merupakan inisiatif PLN yang mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui pemanfaatan energi listrik untuk mengoptimalkan proses pertanian.
Pada kesempatan ini, PLN menyerahkan bantuan berupa pelatihan pertanian, gudang penggilingan dan pengeringan gabah, serta peralatan lengkap mulai dari mesin pengering gabah, mesin penggiling gabah, alat penyosoh beras, hingga alat pengepakan produk. Seluruh bantuan diberikan kepada kelompok tani sebagai upaya memperkuat tata kelola pascapanen dan meningkatkan produktivitas petani Sragen.
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, menegaskan bahwa PLN Group berkomitmen menghadirkan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi petani.
“PLN Group yang saat ini diwakili oleh PLN ES menyampaikan bahwa hari ini PLN mendukung ketahanan pangan dengan memberikan bantuan dua mesin, yaitu mesin penggiling padi dan mesin pengering gabah. Tentunya jika sebelumnya Bapak Ibu petani harus berjalan jauh untuk menggiling padi, kini proses tersebut menjadi lebih dekat dan lebih efisien karena menggunakan mesin berbasis listrik,” ujar Susiana.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Surakarta, Munawir Hakim, menyampaikan bahwa penggunaan listrik di sektor pertanian membawa dampak signifikan bagi efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.
“Dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Sragen, PLN dan PLN ES memberikan bantuan berupa mesin penggilingan padi dan pengering gabah. Hal ini sejalan dengan program Electrifying Agriculture dari PLN. Dengan alat yang sepenuhnya menggunakan energi listrik, proses pengolahan dapat berjalan lebih efisien serta lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Wakil Bupati Sragen, H. Suroto, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN yang dinilai mampu meningkatkan kemandirian petani dalam pengolahan hasil pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari PLN yang ikut mendukung ketahanan pangan di Sragen dengan memberikan mesin sehingga para petani dapat lebih mandiri dalam mengolah hasil pertaniannya, terutama padi. Dengan adanya mesin berbasis listrik ini, kami berharap ini menjadi acuan untuk menjaga ketahanan pangan di Sragen dan mendukung program Bapak Presiden mengenai MBG yang diharapkan dapat menyerap produksi dari petani terdekat,” ungkap Suroto.
Dengan semakin masifnya penerapan Electrifying Agriculture, PLN berharap pemanfaatan listrik di sektor pertanian dapat meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Program ini menjadi bukti bahwa energi listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga pendorong kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Suroto.







