Warga menyuapi anaknya yang belum genap berusia satu tahun di Solo, Jawa Tengah. Usia emas anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan anak atau ketika anak masih berada di dalam rahim ibu hingga berumur 2 tahun. Pemantauan pada saat-saat tersebut sangat penting karena pesatnya tumbuh dan kembang anak. [foto Bram Selo Agung Mardika, diambil 10/9/2021]
SOLO, MettaNEWS – Pemenuhan gizi secara bekelanjutan sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Ada beragam sumber protein hewani untuk makanan pendamping ASI, mulai dari makanan laut, daging sapi, hingga daging unggas. Protein hewani sering kali disebut dengan protein yang lengkap karena mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Asupan protein hewani pada makanan pendamping ASI memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, di antaranya adalah untuk membangun otot dan tulang serta mendukung perkembangan otaknya. Selain itu, protein hewani juga lebih mudah dicerna oleh tubuh anak dan dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada sumber protein nabati dan yang paling penting adalah mencegah bayi stunting.
Fotografer Bram Selo Agung Mardika di Solo mengabadikan sejumlah potret keseharian masyarakat Kota Solo dalam upaya mereka memenuhi nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh generasi penerus bangsa.
Tenaga kesehatan mengecek berat badan bayi sebelum mendapatkan imunisasi berkala di Puskesmas Cuplik, Sukoharjo, Jawa Tengah. Imunisasi membantu bayi menciptakan sistem kekebalan agar tidak terserang penyakit yang tidak diinginkan. Manfaat imunisasi bayi akan terasa saat virus penyebab penyakit menyerang. Dengan begitu, imunisasi mencegah gejala yang serius terjadi pada anak. [foto Bram Selo Agung Mardika, diambil 10/9/2021]Warga berbelanja semangka di pasar tradisional Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah. Satu porsi semangka mengandung sumber vitamin C dan vitamin A yang sangat baik untuk kebutuhan harian tubuh manusia. Sehingga membantu mempercepat penyembuhan luka dan memiliki sifat antipenuaan serta meningkatkan imunitas tubuh. [foto Bram Selo Agung Mardika, diambil 27/8/2020]Anak kecil usai bermain dengan relawan mendapatkan Bubur Kacang hijau gratis di kampung Semanggi, Solo, Jawa Tengah. Sejak anak lahir hingga mulai bisa mengenal beragam hal di lingkungannya, otak anak harus segera dirangsang. Caranya, kenalkan anak pada banyak hal di lingkungan sekitar kita entah itu binatang, tumbuhan, beragam benda lain serta bilangan dan bahasa yang sederhana. [foto Bram Selo Agung Mardika, diambil 23/9/2020]Warga membawa daging kambing dan sapi yang dibagikan dari pengurus masjid Al Wusto, Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. Salah satu manfaat daging kambing yaitu mencegah anemia berkat kandungan zat besi di dalamnya. Zat besi merupakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan hemoglobin dalam sel darah merah. Sel darah merah tersebut dapat membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. [foto Bram Selo Agung Mardika diambil 21/7/2021]Ibu mengajak anaknya berbelanja sayur mayur di kawasan Semanggi, Solo, Jawa Tengah. Sekitar 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan masa keemasan pada usia 0 hingga lima tahun. Pada masa-masa tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak. Asupan gizi diantaranya sayur mayur dan juga sumber protein hewani sangat penting untuk tumbuh kembang anak. [foto Bram Selo Agung Mardika, diambi 29/5/2021]Ibu mengajak anaknya berbelanja sayur mayur di kawasan Semanggi, Solo, Jawa Tengah. [Foto Bram Selo Agung Mardika, diambil 29/5/2021]