Forum Perempuan Berdaya “Satu Benda, Satu Cerita”, Dari Meteran Jahit hingga Buah Asam, Kenangan Sederhana Jadi Penguat untuk Bangkit

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Sebuah meteran jahit, gantungan kunci, buku catatan lama, hingga buah asam menjadi pusat perhatian dalam Forum Perempuan Berdaya bertajuk “Satu Benda, Satu Cerita” yang digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Senin (22/6/2026).

Bukan karena nilai bendanya, melainkan karena kisah perjuangan yang tersimpan di baliknya. Melalui benda-benda sederhana tersebut, para perempuan dari berbagai latar belakang berbagi pengalaman hidup, tantangan, hingga perjalanan mereka bangkit dari berbagai situasi sulit.

Forum yang diinisiasi Forum Perempuan Berdaya Kota Surakarta ini menghadirkan perempuan dari komunitas, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, hingga atlet putri berprestasi dari National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Satu per satu peserta maju memperlihatkan benda yang mereka bawa. Ada yang membawa meteran sebagai simbol perjuangan membangun usaha jahit, buku karya pertama yang mengingatkan perjalanan berkarya, sapu tangan yang menemani masa-masa sulit, hingga buah asam yang menyimpan kenangan dan pelajaran hidup.

Ketua Forum Perempuan Berdaya Kota Surakarta, Febri Hapsari Dipokusumo, mengatakan konsep berbagi cerita melalui benda dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami oleh semua kalangan.

“Tadi ada yang membawa meteran, gantungan kunci, sampai buah asam. Semua benda itu memiliki cerita yang bersejarah bagi pemiliknya dan menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka,” ujarnya.

Menurut Febri, inspirasi tidak selalu lahir dari kisah besar. Pengalaman sederhana yang dialami seseorang justru sering kali lebih mudah menyentuh dan memotivasi orang lain untuk terus berkembang.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman hidup mereka. Tidak sedikit peserta yang menceritakan masa-masa sulit yang berhasil dilalui berkat dukungan keluarga, komunitas, maupun keyakinan untuk terus melangkah maju.

Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, mengatakan forum semacam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesehatan mental perempuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

“Tahun ini sudah kedua kalinya kegiatan yang melibatkan kelompok disabilitas dilaksanakan. Sebelumnya melalui kegiatan membatik, sekarang lebih menekankan pada kesehatan mental dan ruang berbagi pengalaman,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menilai setiap perempuan memiliki cerita yang dapat menjadi sumber kekuatan bagi perempuan lainnya. Menurutnya, ruang berbagi seperti ini penting agar perempuan tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan hidup.

“Setiap perempuan memiliki cerita dan perjuangan yang bisa menjadi inspirasi. Forum ini menjadi ruang untuk saling menguatkan dan menemukan semangat baru,” ujarnya.

Melalui cerita-cerita sederhana yang lahir dari benda-benda penuh makna, forum tersebut menunjukkan bahwa perjalanan hidup setiap perempuan memiliki nilai yang dapat menginspirasi orang lain. Dari sebuah meteran, buku tua, hingga buah asam, tersimpan pelajaran tentang ketekunan, keberanian, dan harapan untuk terus bertumbuh.