FA UIB Jateng-DIY Kecam Zulkifli Hasan Terkait Guyonan Salat dan Urusan Politik

oleh
oleh
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (25/12/2022) | Dok: Kemendag

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Front Aliansi Umat Islam Bersatu Jateng-DIY yang menghimpun laskar-Laskar Islam di wilayah Jateng-DIY dan tidak berafiliasi dengan kekuatan politik dukung mendukung salah satu Capres Cawapres.

Namun, mereka merasa gerah dan mengecam pernyataan guyonan Zulkifli Hasan terkait salat dan politik.

“Ini sudah masuk ke ranah penistaan agama dalam hal ini ibadah salat. Umat Islam di seluruh Indonesia pasti sakit hati dengan lelucon yang tidak lucu ini,” kata Anang Imanudin, dari FA UIB Jateng-DIY, Rabu (20/12/2023).

Seperti diketahui, beredar video pernyataan  Ketua Umum PAN yaitu Zulkifli Hasan yang membuat lelucon politik dukung  mendukung dengan urusan saat.

Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam video tersebut menggambarkan ada kelompok yang fanatik terhadap salah satu pasangan capres-cawapres saat menjalankan salat tidak berani melafalkan ‘Amin’ begitu imam selesai membaca Surat Al Fatihah.

Selain itu, Zulhas juga menggambarkan sekelompok umat Islam yang saking fanatiknya terhadap pasangan capres-cawapres sehingga tidak mau menjulurkan satu telunjuk jari saat tasyahud karena khawatir dikira mendukung paslon lain. Zulhas juga memeragakan dengan menjulurkan dua jari.

FA UIB Jateng-DIY menegaskan, tidak terima serta mengajukan tiga tuntutan. Pertama Zulikifli Hasan meminta maaf kepada semua umat Islam. Kedua, copot Zulkifli Hasan dari Menteri Perdagangan kabinet Indonesia Maju. Ketiga, proses hukum Zulkifli Hasan apabila dinyatakan melakukan tindakan penistaan agama.

Keempat, FA UIB Jateng DIY mengimbau kepada semua politisi dan pelaku politik jangan membuat pernyataan atau guyonan yang menyinggung tentang rasa terutama masalah agama sebagai komoditas.

“Demikian tulisan dan pernyataan sikap kami Front Aliansi Umat Islam Bersatu Jateng-DIY mewakili segenap Laskar Laskar Islam Jateng-DIY dan juga hati umat Islam seIndonesia dan sedunia,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi pun menilai, pernyataan Zulkifli Hasan termasuk kategori penistaan agama.

“Dilihat dari aspek hukum sudah masuk dalam kategori penistaan agama dan bagian daripada upaya memperolok serta mempermainkan agama demi kepentingan politik,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (20/12).

Untuk meluruskan hal tersebut, Kiai Muhyiddin meminta MUI segera memanggil Zulhas agar yang bersangkutan memberikan klarifikasi.

“MUI diminta agar segera memanggilkan agar yang bersangkutan memberikan klarifikasi dan menarik pernyataan tersebut. Jika tidak, maka akan banyak pihak yang akan mengadukan beliau karena sudah menistakan agama Islam,” jelasnya.