Ekspansi Jadi Hotel Jaringan, Sarila Hotel Fokus Pulihkan Okupansi

oleh
oleh
Saril Hotel Solo
Pengesahan Group Sarila Hotels bersamaan dengan serah terima jabatan General Manager Corporate Candra Saputra, Senin (21/3/2022) di Lounge Sarila Hotel Solo | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Tidak dipungkiri, perkembangan dunia perhotelan di masa pandemi memukul semua lini bisnis dan usaha. Dampak terbesar terlihat pada pelaku usaha wisata khususnya di bidang perhotelan. 

Meskipun begitu, selama pandemi Sarila Hotel tidak pernah tutup dan berjuang dengan strategi yang bisa dilakukan untuk tetap bertahan di masa sulit. Masa sulit tersebut mampu dilewati Sarila Hotel dan berangsur mulai menggeliat naik dari tingkat hunian. 

Direktur Sarila Group atau perwakilan owning company, Abdul Marwan mengungkapkan, pada awal pandemi melanda Indonesia, hotel jaringan Sarila terkena dampak yang sangat signifikan. 

“Maret 2020 okupansi benar-benar jatuh hanya di angka 20% untuk Solo dan 30% di Yogya. Saat ini sudah mulai membaik dan kami berharap terus naik untuk okupansinya,” paparnya Abdul Anwar pada pengesahan Group Sarila Hotels bersamaan dengan serah terima jabatan General Manager Corporate Candra Saputra, Senin (21/3/2022) di Lounge Sarila Hotel Solo.

Abdul Anwar menjelaskan dengan situasi seperti ini Sarila mampu akan bersaing dengan para kompetitornya, dan tetap fokus terarah kepada pengembangan bisnisnya. 

“Saat ini Sarila Hotel memiliki jaringan 3 hotel di wilayah Yogyakarta, Solo & Sukoharjo, yang akan di tambah satu lagi dalam proses pembangunan di wilayah Semarang. Hal ini menjadi pemicu tujuan dibentuknya manajemen korporasi sebagai satu jaringan dari seluruh unit hotel di Sarila Hotel,” ujarnya. 

General Manager Corporate Candra Saputra yang akan menjadi nahkoda 3 hotel tersebut dan ditambah satu hotel Sarila lagi di Semarang yang menjadi 4 hotel kedepannya menjelaskann tantangannya tidak mudah bagaimana menjadikan Sarila ini menjadi brand hotel lokal yang mampu bersinergi menjadi satu jaringan hotel. 

“Terutama dalam strategi dan management corporate. Yang terpenting tetap fokus visi misi tetap membangun bisnis dengan sehat yang berstrategi pada Distinctive Competence yaitu fokus pada kualitas Property dan SDM dan competitive advantage yakni strategi menciptakan keunggulan bersaing untuk meraih peluang pasar,” papar Candra.

Setelah pandemi mulai mereda, Candra mengungkapkan, tingkat okupansi di jaringan hotel Sarila grup mulai membaik. 

“Sudah mulai meningkat, di weekdays bisa 50% dan 80% di weekend. Kemarin kita fokus garap travel agent karena MICE sedang tidak bisa diharapkan,” ungkap Candra. 

Selain serah terima jabatan, Sarila Hotel juga mengajak awak media untuk test food menu All You Can Eat Ramadan yang di release untuk buka bersama nanti. 

“Dengan harga yang relatif affordable dibanding kompetitor mulai dari Rp45.000,- rupiah Sarila menawarkan sajian menu buka bersama yang lengkap dan sehat,” pungkasnya.