SURABAYA, MettaNEWS – Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa Timur, menggelar acara PHRI Talk 2 yang bertajuk “Mau Tau SLF?” yang diadakan di The Alana Surabaya. Acara ini dihadiri oleh seluruh General Manager maupun Hotel Manager, serta rekan media di Jawa Timur.
Tujuan diadakannya sosialisasi mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF) kali ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai SLF, termasuk pengertian, fungsi, proses, bagaimana pengurusan perijinan terkait SLF bagi para anggota PHRI di Jawa Timur, sehingga paham dan sadar bahwa SLF ini perlu dan ada perundangan nya.
PHRI Talk ini merupakan acara yang nantinya rutin akan diadakan oleh BPD PHRI Jawa Timur sebagai sarana untuk saling sharing antara anggota PHRI Jawa Timur mengenai isu hangat yang sedang terjadi.
Kali ini, PHRI Talk 2 mengambil tema SLF karena isu ini yang saat dibutuhkan oleh seluruh anggota PHRI. Dalam acara PHRI Talk 2 yang diadakan di The Alana Surabaya ini, BPD PHRI Jawa Timur menghadirkan konsultan SLF yaitu Ir. Ritos Hari Soviana, yang telah bersertifikasi dan sudah berpengalaman sebagai trainer untuk memberikan edukasi tentang SLF.
SLF merupakan suatu tolak ukur untuk mengetahui sebuah gedung telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan. Jika tidak sesuai, dikhawatirkan bisa terjadi masalah di kemudian hari, seperti gedung roboh ataupun kebakaran. Baru – baru ini, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya menyatakan bahwa sebanyak 2.740 bangunan di Surabaya belum memiliki SLF. Apabila SLF ini tidak segera diurus, maka yang bersangkutan harus siap terima sanksi yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota.
“Pada hari ini, BPD PHRI Jawa Timur mengadakan PHRI Talk 2 yang mengambil tema mengenai perizinan SLF yang diadakan di The Alana Surabaya. Maraknya kasus terkait pemberian surat peringatan kepada bangunan khususnya hotel yang belum mengantongi izin SLF akhir – akhir ini, memotivasi kami untuk mengadakan sesi sharing yang diharapkan dapat mewadahi serta menjawab kebutuhan dari para anggota PHRI yang saat ini sangat memerlukan informasi tentang SLF,” jelas Dwi Cahyono, Ketua BPD PHRI Jawa Timur.
WaKorWil Bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat – BPD PHRI JATIM Ika Florentina menambahkan, acara ini didedikasikan untuk seluruh anggota PHRI Jawa Timur sebagai bentuk peran BPD PHRI Jawa Timur yang sudah seharusnya mengayomi serta mendampingi dan mengedukasi seluruh anggota.
“Diharapkan dengan adanya edukasi dan sesi sharing mengenai SLF oleh BPD PHRI Jawa Timur hari ini, Anggota PHRI Jawa Timur dapat berdiskusi serta menanyakan langsung kepada narasumbernya sehingga seluruh anggota dapat dengan jelas memiliki pandangan mengenai SLF dan mengapa hal ini penting serta pihak yang bersangkutan dapat segera mengurus perizinan ini,” pungkas Ika.







