SOLO, MettaNEWS – Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang bersih dari narkoba, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta terus menggencarkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Salah satu wujud implementasinya adalah kegiatan Pemberdayaan Alternatif yang ditujukan bagi masyarakat kawasan rawan narkoba.
Pada Rabu (28/5/2025), BNNK Surakarta menggelar Rapat Kerja (Raker) Sinergi Program Pemberdayaan Alternatif bersama stakeholder, bertempat di Gedung Workshop Pariwisata-BPVP Surakarta, Jl. Klengkeng, Kerten, Laweyan. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelatihan life skill bagi masyarakat eks pengguna narkoba yang berdomisili di Kelurahan Mojosongo—yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kelurahan Bersinar.
Kepala BNNK Surakarta, Kombes Pol I Gede Nakti Widhiarta, S.I.K, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan life skill ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kemampuan profesional, agar mampu mencari pekerjaan dan tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Dengan pelatihan ini, peserta diharapkan bisa kembali diterima oleh masyarakat dan bersosialisasi di lingkungan tempat tinggal mereka,” ujar Kombes Nakti.
Raker diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 20 calon peserta pelatihan dan 10 perwakilan stakeholder, yakni Walikota Surakarta, BAZNAS Kota Surakarta, Bakesbangpol, Kecamatan Jebres, Kelurahan Mojosongo, BPVP Surakarta, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Balai POM, Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan Maxim Surakarta.
Hadir sebagai narasumber antara lain Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta yang membawakan materi tentang tindak lanjut pelatihan dan peluang usaha pasca-pelatihan, The Hidden Swargi Coffee Roastery yang berbagi pengalaman menjadi barista, serta BPVP Surakarta yang menjelaskan pelaksanaan pelatihan dan dukungan vokasi lainnya.
Dukungan dari stakeholder disampaikan secara konkret. BAZNAS siap membantu modal usaha, BI dan BSI mensosialisasikan pembayaran digital melalui QRIS, BSI juga menyediakan akses KUR Syariah, Maxim membuka peluang kemitraan delivery, dan BPOM Surakarta membantu dalam uji kelayakan produk.
Salah satu usulan peserta adalah penyediaan tempat usaha yang legal dan nyaman agar tidak terkena penggusuran.
Di akhir Raker, Kepala BNNK menegaskan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada keseriusan peserta. Ia berterima kasih atas dukungan semua pihak dalam mendukung keberhasilan program P4GN di Surakarta.








