AMSI Jateng Sambut Transformasi Industri Menuju 4.0

oleh
Tranformasi industri 4.0
Jateng Digital Converence (JDC) AMSI Jateng dengan tema Tranformasi industri 4.0 di Ballroom TATV Solo, Rabu (1/3/2023) | Dok AMSI Jateng

SOLO, MettaNEWS – Sejak muncul pada April 2011 oleh pemerintah Jerman. Industri 4.0 digadang-gadang mampu memajukan bidang industri ke tingkat selanjutnya, dengan bantuan teknologi.

Akademisi Dosen Fakultas Ekonomi UNS, Dr. Mulyanto, ME sebagai salah satu pembicara dalam Transformasi Industri Menuju 4.0 Jateng Digital Conference (JDC),Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jateng mengatakan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi transformasi industri 4.0 jadi kunci utama. Apakah transformasi ini bisa diikuti dan disambut baik atau sebaliknya.

“Sebenarnya digitalisasi itu kan alat. Sehingga penerapannya bagaimana itu tergantung kesiapannya. Jadi selama SDM-nya bisa mengikuti maka menjadi nilai positif. Jika tidak maka hanya produk negara maju yang terbawa ke negara berkembang yang hanya bisa jadi konsumsi,” ujar Mulyanto di Ballroom TATV Solo pada Rabu (1/3/2023).

Mulyanto menekankan transformasi industri menuju 4.0 tidak serta merta langsung dinikmati begitu saja. Melainkan harus ada inovasi agar tidak hanya menjadi konsumen dari produk dari luar negeri belaka.

“Kalau kita bisa mengadopsi dengan cara kita dengan alat kita tetapi mencapai tujuan yang sama dengan yang asalnya. Maka tidak mungkin bahwa transformasi industri 4.0 ini dapat berdampak baik,” ujarnya.

Ia berpesan generasi sekarang tidak usah khawatir dengan perkembangan.

“Ikutilah sejauh perkembangan itu. Termasuk dalam hal internet itu kata kunci apapun yang kita inginkan di sana ada. Itu nanti tergantung kemampuan kita kalau bisa mengikuti ya bisa kalau nggak bisa ya cari yang lain,” tandasnya.

Transformasi Industri 4.0 di Sektor Bisnis

General Manajer Sunan Hotel, Retno Wulandari yang juga menjadi pembicara Jateng Digital Conference AMSI Jateng melihat transformasi industri 4.0 tumbuh di sektor busnis sejak Covid-19 melanda 4 tahun lalu.

“Saya mencoba melihat dari sektor swasta bahwa pandemi ini membuat percepatan digitalisasi di sektor swasta luar biasa. Mulai dari hotel destinasi wisata dengan perkembangan yang baru ini akan mendorong kita untuk lebih digital,” ujar Retno.

Retno menyebut dalam perubahan pola perilaku konsumen juga terdapat satu perubahan yang mesti ia antisipasi sebagai pelaku Industri. Mulai dari pola reservasi hotel destinasi menggunakan digital.

“Kita bisa lihat pola komunikasi cara mempublish, mengkomunikasikan sebuah brand itu juga sudah go digital semua. Kita juga memanfaatkan sosial media platform termasuk influencer yang juga mereka bermain di ranah digital,” katanya.

Bagi Retno gol digital adalah suatu keniscayaan yang sangat menarik. Ia mengatakan sehebat apapun teknologi itu, namun tetap tidak bisa menggantikan offline. Namun digitalisasi bisa beriringan dengan online.

“Digitalisasi dan offline akan melengkapi. Yang bisa kita lakukan yakni dikombinasikan itu dengan baik. Harapan dengan digitalisasi ini pasti akan menuju dan mengarah ke teknologi for humanity,” kata dia.

“Presentasenya juga akan semakin tinggi penggunaan digital 50 persen. Pasti akan ada peningkatan Karena itu adalah suatu keniscayaan atau sesuatu yang tidak bisa kita bendung. Namun demikian tentu saja itu tidak akan meninggalkan yang lama karena itu melengkapi dan tidak akan meninggalkan offline,” tandasnya.

Ada empat narasumber yang hadir dalam talkshow Transformasi Industri Menuju 4.0. Di antaranya Akademisi Dosen Fakultas Ekonomi UNS, Dr. Mulyanto, ME, Direktur HR GA Pura Grup, Agung Subani, GM The Sunan Hotel Retno Wulandari dan Dirut Nexa Priyo Suyono.