SOLO, MettaNEWS – Ustaz Abu Bakar Baasyir ikut menjadi orator pada aksi unjuk rasa protes terhadap pembakaran Al Quran di Swedia. Baasyir berorasi selama beberapa menit dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Bundaran Gladag, Solo, Jumat (27/1/2023).
Peserta demo berkumpul dari pukul 13.00 WIB. Pernyataan sikap Dewan Syariah Kota Surakarta mulai sekitar pukul 13.45 WIB. Ratusan massa memenuhi Bundaran Gladag.
Beberapa orator berkumpul menyampaikan orasi penolakan pada aksi Politisi Swedia bernama Rasmus Paludan yang membakar Al Quran.
Setelah beberapa orator, tampak santri-santri memapah dan membantu Baasyir naik ke panggung yang menggunakan mobil bak terbuka.
Baasyir terlihat agak sulit untuk berdiri tanpa tongkatnya. Saat naik ke panggung pun dia dua orang santrinya menjaganya agar tetap berdiri tegak.
Selama 6 menit ABB menyampaikan orasi. Sambil mengobarkan semangat pendemo. Dalam orasinya, Ustaz Abu meminta agar umat Islam berjuang dari kemungkaran.
“Dengan niat ikhlas karena Allah kita berjuang memukul orang-orang kafir yang kurang ajar menghina Al Quran,” imbuh Abu Bakar Baasyir.
Sementara itu Humas Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) Endro Sudarsono mengatakan aksi unjuk rasa ini melibatkan sekitar ratusan massa. Mereka merupakan gabungan dari DSKS dan Aliansi Solo Raya yang mengecam pembakaran Al Quran di Swedia.
“Ternyata pembakaran ini tidak hanya terjadi sekali, tapi lima kali,” katanya.
Apalagi setelah kejadian, Pemerintah Swedia tidak bertindak ataupun melakukan proses hukum. Untuk itu mereka mendesak agar pemerintah juga ikut turun tangan.
“Harusnya PBB juga memberikan sanksi pada pemerintah (Swedia) sebagai sanksi pada Islamophobia. Sebab PBB sudah melarang Islam phobia,” katanya.
Dewan Syariah Surakarta juga mendesak Pemerintah Swedia meminta maaf kepada umat Islam serta segera mengambil langkah tegas dan tuntas atas perbuatan warganya yang dinilai telah melakukan penodaan terhadap agama Islam dan melanggar HAM tentang kebebasan beragama.







