Sprin Run 2027 Bidik 2.000 Pelari, POGI Semarang Galang Aksi untuk Tekan Kematian Ibu

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Upaya menekan angka kematian ibu di Jawa Tengah dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk menggabungkan olahraga dengan aksi sosial. Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Semarang menggagas Sprin Run 2027 bertajuk Every Step Saves A Life yang menargetkan partisipasi 2.000 pelari.

Kegiatan yang mengusung semangat Selamatkan Perempuan Indonesia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 Januari 2027. Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, ajang lari ini juga menjadi sarana edukasi mengenai kesehatan perempuan dan penggalangan dana untuk kegiatan sosial.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat menghadiri Grand Launching Sprin Run 2027 di Restoran Alam Indah, Kota Semarang, Selasa (13/10/2026).

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sumarno menilai kegiatan yang memadukan olahraga dan kepedulian sosial itu sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman POGI yang peduli terhadap perempuan di Jawa Tengah. Permasalahan kesehatan perempuan memiliki tantangan yang tidak ringan, termasuk dalam upaya pemeriksaan dan pencegahan penyakit,” ujarnya.

Menurut Sumarno, peningkatan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan akses pengobatan. Upaya pencegahan melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, konsumsi makanan bergizi, serta penerapan pola hidup sehat juga perlu diperkuat.

“Yang penting sebenarnya bukan hanya bagaimana orang bisa berobat, tetapi bagaimana orang tidak sakit. Kita perlu menyosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat. Olahraga harus menjadi kebiasaan,” katanya.

Ia berharap komunitas pelari turut mengajak masyarakat berpartisipasi sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi orang lain.

“Olahraga itu positif. Akan lebih positif lagi ketika kita bisa berkontribusi dan memberikan manfaat kepada banyak orang,” tegasnya.

Sumarno menambahkan, Pemprov Jateng terbuka untuk berkolaborasi dengan POGI dalam mendukung program peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan.

Angka Kematian Ibu Masih Jadi Perhatian

Ketua POGI Cabang Semarang, Edi Wibowo Ambari, mengatakan Sprin merupakan gerakan untuk menyelamatkan perempuan Indonesia. Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dan organisasi profesi perlu terus diperkuat karena persoalan kematian ibu masih menjadi tantangan di Jawa Tengah.

Ia menyebut angka kematian ibu di Jawa Tengah pada 2025 masih berada di kisaran 300 kasus.

Kondisi tersebut mendorong POGI untuk memperluas edukasi kesehatan dengan pendekatan yang lebih dekat dan menarik bagi masyarakat.

“Prinsipnya, Sprin itu Selamatkan Perempuan Indonesia. Kegiatan ini bukan untuk hura-hura, tetapi menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami pentingnya kesehatan perempuan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, POGI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan perempuan, mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga setelah melahirkan.

Selain itu, edukasi juga diarahkan pada pencegahan penyakit kandungan, termasuk kanker serviks, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Keuntungan Lari untuk Aksi Sosial

Ketua Panitia Sprin Run 2027, Radith Aulia, menjelaskan bahwa pembeda kegiatan ini dengan ajang lari pada umumnya adalah penekanan pada unsur amal atau charity.

Ia mengatakan, seluruh keuntungan dari penyelenggaraan kegiatan tersebut direncanakan dialokasikan untuk kegiatan sosial. Salah satu fokus awal yang disiapkan adalah vaksinasi bagi perempuan yang berisiko terkena kanker serviks.

“Biasanya acara lari hanya berfokus pada olahraga. Di sini, kami menonjolkan unsur charity. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menyehatkan peserta, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perempuan yang membutuhkan,” katanya.

Konsep tersebut diharapkan dapat mempertemukan komunitas olahraga dengan gerakan kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Dengan demikian, partisipasi masyarakat tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga mendukung upaya pencegahan penyakit bagi kelompok yang membutuhkan.

Promosi Kesehatan Dikemas Lewat Olahraga

Perwakilan POGI, Hanafi Waskito, menambahkan bahwa Sprin Run 2027 mendukung program POGI Pusat dalam pencegahan dan promosi kesehatan perempuan.

Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan lari dipilih agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan menjangkau masyarakat luas.

Program tersebut mencakup edukasi kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga nifas, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit kandungan, termasuk kanker serviks.

“Tujuan kita sebenarnya adalah promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang dikemas melalui kegiatan lari. Jadi, bukan hanya berolahraga, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan perempuan,” ujarnya.

Dengan target 2.000 peserta pada 17 Januari 2027, Sprin Run diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara tenaga kesehatan, komunitas olahraga, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui perpaduan olahraga, edukasi, dan aksi sosial, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas kesadaran mengenai kesehatan perempuan sekaligus mendukung upaya menekan angka kematian ibu di Jawa Tengah.