SOLO, MettaNEWS – ION Network memperluas infrastruktur digitalnya dengan meresmikan ProDC Data Center dan ION Network Branch Solo di kawasan Solo Surakarta, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).
Fasilitas tersebut menjadi data center kelima ION Network setelah sebelumnya perusahaan mengembangkan infrastruktur serupa di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
Kehadiran fasilitas di Solo menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas jangkauan layanan konektivitas, data center, dan solusi digital bagi pelanggan di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.
VP Enterprise Regional II Jawa Tengah-DIY ION Network, Irianita Rahadianti, mengatakan pemilihan Solo tidak terlepas dari posisi geografisnya yang dinilai strategis untuk menjangkau wilayah Jawa Tengah.
“Untuk kawasan Jawa Tengah, Solo ini paling center. Secara geografis, kami melihat solusi paling aman adalah membuat satu center di sini,” ujarnya.
Selain lokasi yang strategis, ION Network juga memilih menggunakan fasilitas milik sendiri untuk kantor dan data center tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mendukung kesinambungan operasional sekaligus memitigasi risiko apabila terjadi kendala atau kebutuhan migrasi fasilitas.
“Ini kantor kita sendiri, kita tidak sewa. Jadi secara kualitas dan standar sudah kami penuhi,” katanya.
Irianita menjelaskan, ION Network merupakan perusahaan telekomunikasi yang bergerak di bidang internet, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), hingga Internet of Things (IoT). Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan, perusahaan terus melakukan transformasi menuju layanan digital yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, pelanggan ION Network mayoritas berasal dari internet service provider (ISP), network access provider (NAP), hingga sejumlah instansi pemerintah.
“Sekarang kita bertransformasi ke digitalisasi, jadi kita juga harus menyesuaikan kebutuhan zaman dan teknologi. Apa yang customer minta, Insyaallah kami sediakan,” katanya.
Layanan yang ditawarkan tidak hanya berupa koneksi internet. ION Network juga menyediakan infrastruktur dan perangkat pendukung yang dibutuhkan perusahaan sehingga pelanggan tidak perlu mencari banyak vendor untuk menunjang kebutuhan digital mereka.
“Internet sekarang bisa dibilang sebagai bonus. Semua memang membutuhkan internet, tetapi ketika perusahaan membutuhkan infrastruktur dan perangkat, kami bisa menyediakan. Jadi mereka tidak perlu mencari-cari vendor lagi,” jelasnya.
Perkuat Ekosistem Digital Jawa Tengah
Pengembangan data center di Solo menjadi bagian dari ekosistem ProDC milik ION Network. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan penyimpanan data, konektivitas, serta infrastruktur digital bagi pelanggan, khususnya segmen enterprise dan korporasi.
ION Network sebelumnya telah memperluas infrastrukturnya melalui ProDC Data Center Bali yang mulai beroperasi pada 25 Juni 2026.
Dengan hadirnya fasilitas di Solo, perusahaan berharap akses terhadap layanan data center dan konektivitas semakin dekat dengan pelanggan di Jawa Tengah.
Irianita menambahkan, pengembangan fasilitas di Solo masih terbuka untuk diperluas seiring pertumbuhan kebutuhan teknologi dan kapasitas pelanggan.
“Kalau sudah berkembang, mungkin kita akan fokus di Solo dan kemudian dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi dan kapasitas,” katanya.
Untuk segmen pelanggan, ION Network menyasar kalangan enterprise atau korporasi besar, bukan layanan internet untuk perumahan.
Di sisi lain, ION Network juga menyebut keberadaan infrastrukturnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program konektivitas. Salah satunya penyediaan akses Wi-Fi gratis dalam sejumlah kegiatan masyarakat.
“Kami sering mengadakan open booth di berbagai kegiatan masyarakat, kami menyediakan free Wi-Fi di beberapa titik,” ujarnya.
Perusahaan juga menyediakan layanan ION Free Wi-Fi di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang telah memiliki jaringan kabel ION Network.
Dinilai Buka Peluang bagi Provider dan Pemda
Kehadiran data center di Solo mendapat respons positif dari sejumlah pemangku kepentingan di sektor teknologi informasi.
Kabid Aplikasi Informatika Kominfo Demak, Harso Gutomo, mengatakan Pemerintah Kabupaten Demak telah menggunakan layanan ION Network sejak 2025.
Menurutnya, salah satu pertimbangan dalam memilih layanan ION Network adalah keberadaan backbone milik sendiri. Hal tersebut dinilai memberikan efisiensi dibandingkan penyedia layanan yang masih menggunakan backbone dari operator lain.
“Kebanyakan ISP menggunakan backbone dari ISP lain. ION punya backbone sendiri. Apalagi kalau memiliki data center, itu menjadi nilai plus tersendiri sebagai penyelenggara layanan internet,” kata Harso.
Sementara itu, Sekretaris APJII Jawa Tengah, Sajiyanto, menilai kehadiran data center ION Network di Solo dapat memperkuat ekosistem digital di wilayah Jawa Tengah.
Menurutnya, keberadaan data center tersebut dapat dimanfaatkan penyedia layanan internet maupun pemerintah daerah untuk menempatkan perangkat dan server di lokasi yang lebih dekat dengan wilayah layanan mereka.
“Di Kota Solo belum ada data center. Dengan adanya data center ION di sini, sangat membantu teman-teman dan pemerintah daerah. Perangkat-perangkat yang ada di sekitar Jawa Tengah bisa kita server di data center ini,” ujarnya.
ION Network sendiri terus memperluas jaringan infrastrukturnya di Indonesia. Selain sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Bali, perusahaan juga telah mengembangkan jaringan di Bangka Belitung serta memiliki kantor di Singapura.
Pengembangan Data Center dan Branch Solo menjadi bagian dari langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai salah satu titik infrastruktur digital untuk mendukung kebutuhan konektivitas dan transformasi digital di Jawa Tengah.





![[Gambar 1] Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Jogja dan Solo Lewat Kampanye #SOYAKINBISA.JPG](https://mettanews.id/wp-content/uploads/2026/09/Gambar-1-Sambut-Allergy-Awareness-Day-Morinaga-Soya-Lanjutkan-Soyalympic-ke-Jogja-dan-Solo-Lewat-Kampanye-SOYAKINBISA.JPG-148x111.jpeg)


