Tinjau Bazar MTQ Nasional, Gus Yasin Lepas Peci dan Cukur Rambut Gratis

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Ada momen unik saat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau bazar UMKM MTQ Nasional XXXI 2026 di Plaza Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Usai meresmikan pameran dan bazar UMKM di eks E Plaza Simpanglima, sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu tiba-tiba mampir ke stan Cukur Gratis milik Baznas Jawa Tengah.

Tanpa diduga, Gus Yasin melepas pecinya dan meminta barber di stan tersebut untuk merapikan rambutnya.

“Kalau potong rambut berapa menit?” tanya Gus Yasin kepada barber bernama Abdul Basir.

Basir kemudian langsung menjalankan tugasnya. Sekitar 15 menit kemudian, rambut Gus Yasin pun selesai dirapikan.

Bagi Abdul Basir, pengalaman tersebut menjadi momen yang tidak terlupakan. Ia mengaku sangat bahagia bisa memberikan pelayanan cukur rambut secara langsung kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Sangat bahagia sekali,” kata Basir.

Basir sendiri mendapatkan keterampilan mencukur rambut melalui pelatihan yang diberikan Baznas Jawa Tengah.

Stan Cukur Gratis Baznas Jateng menjadi salah satu tenant dalam Pameran MTQ Nasional XXXI di Plaza Simpanglima.

Layanan tersebut terbuka bagi pengunjung selama rangkaian MTQ Nasional yang berlangsung pada 11-20 September 2026.
Gus Yasin Ingin UMKM Jateng Tembus Pasar Nasional

Di sela peninjauan bazar, Gus Yasin mengatakan Pemprov Jateng memanfaatkan momentum MTQ Nasional XXXI untuk memperluas pasar produk UMKM melalui jejaring antardaerah.

Menurutnya, kehadiran peserta dan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia menjadi peluang bagi pelaku UMKM Jawa Tengah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus membuka pasar baru.

“Karena kita negara yang besar, kita harus saling mengenal potensi-potensi kita. Jawa Tengah dengan provinsi yang lain memiliki potensi masing-masing sehingga kita ingin maju bersama,” katanya.

Gus Yasin menilai berkumpulnya masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia di Jawa Tengah merupakan kesempatan untuk membangun kolaborasi ekonomi antardaerah.

Produk kriya dan berbagai produk unggulan UMKM Jawa Tengah diharapkan tidak hanya dipasarkan di wilayah sendiri, tetapi juga dapat dipasarkan ke daerah lain.

“Siapa tahu oleh-oleh khas kriya dari Jawa Tengah bisa dipasarkan di provinsi yang lain. Begitu juga sebaliknya. Ini yang ingin kita angkat bersama-sama,” ujarnya.

Pemprov Jateng, lanjut Gus Yasin, juga mulai melakukan penataan dan pengelompokan UMKM berdasarkan kesiapan serta kapasitas pasar.
UMKM yang sudah naik kelas dan lolos kurasi akan diarahkan masuk ke pasar yang lebih luas.

Sejumlah lokasi strategis seperti stasiun, rumah sakit milik Pemprov Jateng, hingga Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang disiapkan sebagai bagian dari perluasan pemasaran.

“Kalau yang sudah dikurasi bagus, kita langsung bawa ke bandara untuk ditawarkan, bahkan kita dorong sampai ke pasar internasional,” katanya.

Dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI, Pemprov Jateng menyediakan sekitar 150 stan yang melibatkan perwakilan sejumlah provinsi di Indonesia serta UMKM dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah July Emmylia dalam laporannya menyampaikan seluruh stan yang disediakan panitia telah terisi.

“Panitia menyediakan 150 stan dan sudah terpenuhi 100 persen,” ujarnya.

Pameran tersebut dibuka oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia, Hj Helmi Halimatul Udhmah.

Gus Yasin berharap keberadaan ribuan peserta dan tamu MTQ Nasional XXXI dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah.
Terlebih, para peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia sehingga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya.

Ia menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya telah membantu Pemprov Jateng menghitung potensi perputaran ekonomi selama rangkaian MTQ Nasional.

“Informasi dari BPS, perputaran uang diperkirakan antara Rp500 miliar sampai Rp1,2 triliun,” katanya.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi peluang positif untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan pertumbuhan ekonomi.

“Ini positif. Kita ingin pertumbuhan ekonomi tetap bergerak melalui kegiatan seperti ini,” pungkasnya.