Mahasiswa FKG UMS Raih Juara 2 Lomba Restorasi Gigi Nasional, Unggul di Estetika dan Presisi

oleh
oleh
Anugrah Gusti Anta Putra pada lomba restorasi gigi yang diselenggarakan oleh Solv dan Cobra Dental | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Anugrah Gusti Anta Putra, berhasil meraih juara 2 dalam lomba restorasi gigi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Solv dan Cobra Dental.

Prestasi ini terasa istimewa bagi Anugrah karena merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi di bidang restorasi gigi. Saat ini, ia tengah menjalani pendidikan profesi (koas) semester 4 di RSGM Soelastri UMS.

Dalam perlombaan tersebut, Anugrah mendapat bimbingan dari Noor Hafida W dan Juwita Raditya N. M.Sc Sp.KG. Ia mengaku tidak menyangka mampu meraih posisi kedua di tengah persaingan ketat.

“Tentunya saya sangat bahagia dan tidak menyangka, karena ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba seperti ini,” jelas Noor, Kamis (30/4/2026).

Lomba restorasi gigi merupakan ajang yang menguji kemampuan peserta dalam memperbaiki struktur gigi agar kembali ke bentuk dan fungsi semula, sekaligus memperhatikan aspek estetika. Dalam kompetisi ini, peserta menggunakan model gigi dan diberi waktu maksimal 1 jam 10 menit untuk menyelesaikan penambalan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Anugrah adalah penggunaan bahan tambal dengan merek dan karakter yang berbeda dari yang biasa digunakan.

“Tantangan terbesarnya dari bahan tambal, karena harus menyesuaikan, terutama dalam mencocokkan warna dengan model giginya,” ungkapnya.

Meski bersaing dengan peserta dari 32 universitas, Anugrah memilih tetap tenang dan fokus pada kemampuan yang telah dilatih. Ia juga menerapkan strategi dengan melakukan uji warna bahan terlebih dahulu sebelum proses pengerjaan dimulai.

Hasil karyanya dinilai unggul dari segi detail anatomi dan estetika, termasuk mampu menampilkan efek alami pada gigi seperti halo incisal yang menjadi nilai tambah dalam penilaian.

Momen paling menegangkan terjadi saat pengumuman pemenang. Anugrah mengaku sempat ragu ketika karya yang ditampilkan terasa familiar, hingga akhirnya dipastikan sebagai miliknya.

Dalam manajemen waktu, ia menargetkan 10 menit terakhir digunakan untuk tahap akhir atau polishing agar hasil lebih maksimal.

Bagi Anugrah, pencapaian ini menjadi awal untuk terus mengembangkan diri, khususnya di bidang estetika gigi yang semakin diminati. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar terus berlatih dan tidak ragu mencoba berbagai kesempatan.

“Jangan hanya mengandalkan pembelajaran di kampus, tapi terus tingkatkan kemampuan. Tidak ada yang langsung hebat tanpa latihan,” pesannya.