Respati Ardi Dorong Masjid di Solo Jadi Pusat Solusi Sosial, Luncurkan Program “Masjid Beri Solusi”

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendorong masjid-masjid di Kota Solo agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan umat serta solusi bagi berbagai persoalan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Respati saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan peluncuran lembaga dakwah muslim Masjid Indonesia Bangkit (MIB) Solo Raya yang digelar di Masjid Raya Fatimah Surakarta, Minggu (8/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Respati mengapresiasi langkah awal MIB yang berupaya memperkuat peran masjid bagi keberlangsungan umat. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi tempat yang membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Solo tengah mendorong program bertajuk Masjid Beri Solusi (MBS), yang bertujuan menjadikan masjid sebagai ruang pelayanan sosial bagi warga.

“Kita di Solo buat program MBS artinya Masjid Beri Solusi. Misalnya ada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, dari masjid ini kami dari Pemerintah Kota akan memberikan informasi untuk disalurkan dari masjid ke masyarakat,” ujar Respati.

Selain bidang ketenagakerjaan, program tersebut juga menyasar sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, masjid dapat menjadi tempat penyampaian informasi beasiswa bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya.

“Untuk pendidikan dan kesehatan juga sama. Jika ada warga yang ingin melanjutkan pendidikan tapi ada kekurangan biaya, nanti dari MBS akan memberikan informasi beasiswa. Dan juga nanti masjid bisa bekerja sama dengan puskesmas untuk melakukan pemeriksaan gratis di masjid-masjid Kota Solo,” tambahnya.

Respati juga meminta para takmir atau pengurus masjid di Solo untuk secara bertahap mulai mengaplikasikan program tersebut. Ia menilai, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan masjid juga perlu ditingkatkan agar fungsi sosial masjid semakin kuat.

“Saya memohon agar pengurus-pengurus masjid dapat terbuka bagi warga. Berbagai cara pendekatan kepada anak-anak muda bisa mulai dilakukan agar generasi muda ini lebih aware kepada sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Respati berharap kehadiran MIB mampu memperkuat dakwah sekaligus menghidupkan peran masjid agar berdampak langsung bagi masyarakat. Ia meyakini kolaborasi antara tokoh agama, pengurus masjid, dan pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Project Leader Masjid Indonesia Bangkit, Winardi, menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk meningkatkan peran masjid di tengah masyarakat. Ia menilai, selama ini banyak masjid yang hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah, padahal perannya bisa jauh lebih luas.

“Di zaman Rasulullah, masjid tidak hanya sekadar tempat ibadah tapi juga pusat ekonomi, pemerintahan, penegakan hukum bahkan tempat bersenda gurau. Dari situlah peradaban Islam lahir, dari masjid,” paparnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, MIB akan menggencarkan program peningkatan kompetensi bagi para takmir atau pengurus masjid.

“Kita punya program spesial dan gratis yaitu akademi takmir. Di situ akan diajari manajemen, leadership, komunikasi, psikologi, finance, media planner dan semuanya. Kita akan ajari ilmu-ilmu pendekatan perusahaan internasional,” jelas Winardi.

Ia optimistis dengan peningkatan kapasitas pengurus masjid, keberadaan masjid akan semakin hidup dan mampu hadir memberikan solusi ketika masyarakat membutuhkan bantuan.