SOLO, MettaNEWS – Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Harjo Seputro, meraih gelar Doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Gelar tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasi yang menyoroti pengembangan material komposit aluminium ramah lingkungan berbasis limbah industri.
Dalam disertasinya yang berjudul “Studi Komprehensif Pengaruh Perlakuan Panas T6 Terhadap Stabilitas Dimensi dan Sifat Fisik-Mekanik Komposit Re-Melt Aluminium 6061 Berpenguat Abu Dasar Batu Bara”, Dr. Harjo mengkaji pengembangan Aluminum Matrix Composite (AMC) dengan memanfaatkan abu dasar batu bara (bottom ash) sebagai material penguat alternatif yang berkelanjutan.
Penelitian ini mengungkap potensi besar bottom ash—yang selama ini dikenal sebagai limbah hasil pembakaran batu bara—untuk dimanfaatkan sebagai penguat komposit aluminium. Melalui kombinasi perlakuan panas T6 dan variasi fraksi berat penguat, riset tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada stabilitas dimensi, sifat mekanik, serta karakteristik ekspansi termal material AMC berbasis aluminium AA6061.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bottom ash sebesar 3 wt% dengan perlakuan aging pada suhu 200°C menghasilkan kombinasi paling seimbang antara kekuatan mekanik, koefisien ekspansi termal yang stabil, serta distorsi dimensi yang minimal,” papar Dr. Harjo Seputro.
Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah penting dalam perancangan material komposit aluminium yang lebih ringan, stabil, dan ramah lingkungan, khususnya untuk kebutuhan aplikasi struktural dan komponen teknik presisi. Dari sisi kebaruan ilmiah, riset ini mengintegrasikan analisis mikrostruktur, mekanik, termal, serta stabilitas geometris secara simultan—sebuah pendekatan terpadu yang masih sangat terbatas dalam literatur sebelumnya.
Disertasi tersebut dibimbing oleh tim promotor dari Fakultas Teknik UNS, yakni Prof. Dr. Ir. Triyono, S.T., M.T., IWE sebagai Promotor I, Prof. Dr. Ir. Eko Surojo, S.T., M.T., IWE sebagai Promotor II, dan Prof. Dr. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D. sebagai Promotor III.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga memperkuat peran strategis pimpinan perguruan tinggi dalam mendorong riset material maju dan berkelanjutan.
“Penelitian ini saya dedikasikan untuk mendorong pemanfaatan limbah industri menjadi material teknik yang bernilai tambah, aplikatif, dan berkelanjutan bagi industri nasional,” ungkapnya.
Selain dikenal sebagai akademisi dan pimpinan perguruan tinggi, Dr. Harjo Seputro merupakan putra asli Blitar yang tumbuh dalam lingkungan keluarga dengan budaya akademik yang kuat. Sebagian besar anggota keluarganya juga menempuh pendidikan di UNS dan memiliki minat besar terhadap dunia penelitian, khususnya di bidang teknik.
Ke depan, Dr. Harjo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan riset di bidang Metal Matrix Composite (MMC) dengan melibatkan mahasiswa secara aktif, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset kampus sekaligus menghasilkan inovasi material yang relevan dengan kebutuhan industri.
Riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting dalam pengembangan material komposit berbasis limbah industri yang hemat biaya, ramah lingkungan, dan aplikatif bagi industri nasional.
“Penelitian MMC akan terus kami kembangkan bersama mahasiswa, agar riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu dan industri,” pungkasnya.








