SOLO, MettaNEWS — Sebanyak 146 murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo sukses mengikuti kegiatan English Camp 2026 yang digelar di Arrohman English Center, Mangunrejo, Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa–Jumat (20–23/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “English Adventure Learn and Play in Pare” ini turut didampingi oleh 13 guru pendamping. Para guru bertugas menjembatani kebutuhan murid dengan orang tua sekaligus memberikan dukungan langsung dalam membangun kemandirian belajar selama kegiatan berlangsung.
Ketua Panitia English Camp 2026, Slamet Rismiyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin sekolah yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Tujuannya untuk memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris secara langsung, interaktif, dan menyenangkan di lingkungan yang mendukung.
“Lingkungan Kampung Inggris Pare sangat mendukung untuk mempercepat penguasaan bahasa secara intensif. Kami yakin kepercayaan diri murid dalam berkomunikasi akan meningkat. Metode belajar di sini juga sangat interaktif sehingga kemampuan grammar, speaking, dan pronunciation mereka semakin terasah,” ungkapnya.
Kegiatan English Camp diawali dengan seremonial pembukaan yang meriah. Para peserta kemudian diserahkan kepada tim tutor Arrohman English Center untuk mengikuti rangkaian pembelajaran. Murid dibagi ke dalam 10 kelompok, terdiri dari lima kelompok putra dan lima kelompok putri, masing-masing beranggotakan 13–15 murid dan didampingi satu tutor.
Pada hari pertama, materi difokuskan pada pengembangan vocabulary melalui kegiatan introduction dan practice speech. Setiap murid diberi kesempatan tampil ke depan untuk memperkenalkan diri dan berbagi pengalaman menggunakan bahasa Inggris, sekaligus mendapatkan tips meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara di depan umum.
Hari kedua diisi dengan kegiatan outing class ke Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kediri. Selain sebagai sarana penyegaran, kegiatan ini juga menjadi wisata edukasi sejarah dan budaya. Berbagai aktivitas menarik dilakukan, seperti kompetisi keterampilan berbahasa Inggris, permainan edukatif berbasis sejarah, serta penguatan pemahaman nilai-nilai budaya lokal.
Suasana semakin meriah ketika mobil es krim hadir di lokasi kegiatan. Setiap murid mendapat kesempatan menikmati satu cup es krim pilihan mereka. Meski antrean cukup panjang, para peserta tetap tertib dan antusias.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui acara farewell party. Momen ini penuh kehangatan dan emosional, menjadi penutup rangkaian English Camp yang berkesan. Para murid menampilkan bakat dan kemampuan berbahasa Inggris, mulai dari menjadi pembawa acara, story telling, bernyanyi, hingga mempresentasikan pengalaman pribadi dalam bahasa Inggris.
Acara ditutup dengan salam perpisahan dari Tim Arrohman English Center. Tangis haru mengiringi momen tersebut, disertai janji para murid untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sepulang ke Kota Solo.
Salah satu peserta, Danendra Maheswara Hadinoto, mengaku bangga dan terharu dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan English Camp 2026.
“Belajar bahasa Inggris secara praktis di lingkungan yang berbahasa Inggris itu luar biasa. Pengalamannya unik dan menarik karena kami dibiasakan berdialog dengan tutor, teman, dan ustaz-ustazah menggunakan bahasa Inggris. Kami juga ditantang aktif berdiskusi untuk menambah pengetahuan dan pengalaman,” tuturnya.








