JAKARTA, MettaNEWS – Rumah Sakit “JIH” Solo kembali menunjukkan dominasinya dalam inovasi layanan kesehatan. Pada Kamis, 11 Desember 2025, RS JIH Solo resmi menerima penghargaan Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 untuk kategori Emotional Social Media Content Heroes, berkat keberhasilan kampanye edukasi digital Stroke Emergency Campaign 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasional dan Keuangan RS JIH Solo, Moch. Isfaq Rochman, SE, MM, dalam acara MarkPlus Conference 2025 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, yang dihadiri lebih dari 5.000 peserta dari berbagai sektor pemasaran, bisnis, dan kesehatan.
Public Relations RS JIH Solo, Adil Erdita Ayu Marta, menyampaikan bahwa kampanye Stroke Emergency 2025 dinilai unggul karena mampu menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat lewat konten edukasi yang kuat, empatik, dan mudah dipahami.
Pendekatan tersebut sekaligus merespons fakta bahwa 95 persen keputusan manusia dipengaruhi oleh emosi, sehingga penggunaan edukasi visual dan storytelling menjadi elemen penting dalam kampanye RS JIH Solo.
“Edukasi stroke harus sampai ke hati masyarakat. Kami ingin orang mengenali gejala secepat mungkin, karena setiap menit sangat berharga. Selain itu, dampak kampanye juga menjadi penilaian penting. Kami melihat adanya peningkatan konversi pasien setelah kampanye berjalan secara komprehensif, tidak hanya melalui video, tetapi juga edukasi melalui flyer dan artikel kesehatan yang saling terintegrasi menjadi satu kampanye utuh,” ujar Adil Marta.
Tak hanya meraih pengakuan nasional, RS JIH Solo sebelumnya juga mendapatkan apresiasi dari World Stroke Organization (WSO) atas kesiapsiagaan layanan Stroke Emergency 24 Jam yang mengusung prinsip “Time is Brain”. Penghargaan internasional tersebut membuktikan bahwa layanan stroke RS JIH Solo berada pada standar dunia, terutama dari sisi kecepatan respons, edukasi publik, serta kualitas penanganan gawat darurat.
Melalui layanan Stroke Emergency 24 Jam, RS JIH Solo berkomitmen menghadirkan penanganan cepat sejak pasien tiba di IGD hingga mendapatkan tindakan medis yang tepat. Pendekatan ini dinilai WSO mampu menyelamatkan lebih banyak jaringan otak pasien, sekaligus mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.
“Penghargaan yang diterima hari ini semakin menguatkan posisi RS JIH Solo sebagai rumah sakit yang inovatif, adaptif, dan memiliki visi kuat dalam edukasi kesehatan masyarakat melalui platform digital.
Ini juga menjadi bukti bahwa edukasi berbasis empati mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa. Kami akan terus memperluas kampanye ini agar masyarakat semakin siap menghadapi kondisi darurat stroke,” pungkas Adil Marta.








