Surakarta Raih Penghargaan Kota Terinovatif IGA 2025, Lonjakan Peringkat dari 22 ke 4 Nasional

oleh
oleh

JAKARTA, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025 kategori Kota Terinovatif dalam acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta. Tahun ini, Pemerintah Kota Surakarta mengusulkan 203 inovasi, menegaskan komitmen kuat untuk memperluas layanan berbasis inovasi serta mempercepat transformasi digital.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyebut prestasi Surakarta pada tahun ini menjadi lebih istimewa karena terjadi lonjakan peringkat yang signifikan. Jika pada 2024 kota ini berada di peringkat 22 nasional dengan predikat “Sangat Inovatif,” pada 2025 Surakarta berhasil naik ke peringkat 4 nasional dan meraih predikat tertinggi, Kota Terinovatif.

Kemendagri menilai pencapaian ini sebagai hasil dari konsistensi inovasi, kualitas implementasi di lapangan, serta semakin luasnya dampak inovasi bagi pelayanan publik.

Dalam penilaian lapangan, dua inovasi unggulan Pemkot Surakarta mendapatkan perhatian khusus dari tim Kemendagri. Pertama, Dilarisi DLH (Digitalisasi Layanan Retribusi Sampah Inovatif) yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup. Sistem digital ini memudahkan masyarakat melakukan pembayaran retribusi sampah secara online, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Kedua, Edupark Taman Winasis yang dikembangkan Dinas Pertanahan dan Ketahanan Pangan menghadirkan ruang terbuka hijau yang sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan dan literasi pangan bagi masyarakat dan pelajar.

Selain itu, sejumlah inovasi lain juga menjadi sorotan. TULADA (Trending Unit Layanan Aduan Surakarta) memperkuat respons cepat Pemkot terhadap pengaduan masyarakat, sementara Click Your Space dari DPUPR menghadirkan layanan informasi tata ruang interaktif yang meraih Juara I Inovasi Daerah 2025.

Sistem digital Si Ratu Hijau & SIBUSARI dari DLH memudahkan pendataan RTH dan kebutuhan sampah, sedangkan BRIDA Sinau Bareng menjadi program penguatan budaya inovasi ASN melalui pelatihan internal berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi semangat bagi Pemerintah Kota untuk terus melakukan inovasi. Terima kasih kepada seluruh OPD yang selalu berinovasi. Inovasi diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan ke depan inovasi yang menitikberatkan pada dampak lebih diutamakan. Mari bersama-sama berinovasi untuk pelayanan yang lebih baik,” ujar Respati.

Ke depan, Pemkot Surakarta berkomitmen mempertahankan budaya inovasi dengan memperluas digitalisasi layanan publik, meningkatkan kualitas inovasi berbasis dampak, memperkuat riset dan kolaborasi antar-OPD, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pengembangan inovasi kota. Dengan langkah ini, Surakarta berharap terus menjadi kota yang adaptif, kreatif, dan mampu menghadirkan layanan publik terbaik bagi masyarakat.