SOLO, MettaNEWS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo, Jawa Tengah, dilantik pada Minggu (2/11/2025). Pelantikan tersebut sekaligus menandai kepemimpinan Astrid Widayani sebagai Ketua DPD PSI Solo.
Dalam sambutannya, Astrid menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting bagi PSI untuk membangun politik yang modern, inklusif, dan kontributif di Kota Surakarta.
“Hari ini merupakan komitmen bersama untuk membangun politik yang modern, inklusif, dan kontributif, demi menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Astrid dalam pidatonya.
Astrid yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta menegaskan, kiprahnya di PSI selaras dengan perannya di pemerintahan. Ia menyampaikan bahwa PSI akan berperan aktif dalam mengawal program-program Pemerintah Kota Surakarta di bawah kepemimpinan Wali Kota Respati Ardi.
“Kami mohon izin untuk terus mengawal program pemerintah kota. Amanah ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar, karena masyarakat Surakarta membutuhkan generasi politik baru yang berkomitmen terhadap tiga pilar utama: modern, inklusif, dan kontributif,” imbuhnya.
Pelantikan DPD PSI Solo juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan kreasi anak muda Solo. Menurut Astrid, kegiatan tersebut menjadi cerminan kuatnya DNA budaya dan semangat kreatif generasi muda Solo yang kini mulai aktif berpartisipasi dalam politik.
“Hadirnya PSI di Surakarta membawa misi diferensial, yakni partai politik yang mengutamakan gagasan dan membuka ruang luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam politik,” katanya.
Dalam pidatonya, Astrid turut menyoroti capaian Pemerintah Kota Surakarta yang berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 8,31 persen pada 2024 menjadi 7,69 persen di 2025.
Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan partai politik dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung.
Astrid kemudian menguraikan tiga pilar utama PSI Solo dalam menjalankan politik di tingkat lokal. Yakni modernitas, dengan memanfaatkan teknologi untuk transparansi, digitalisasi kaderisasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Inklusivitas, yakni mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan memastikan keterlibatan publik yang sejati. Dan kontributif, yaitu mengedepankan politik solusi — berfokus pada pendidikan berkualitas, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Astrid menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan publik dan partai.
“Prinsip kami jelas, kepentingan publik selalu di atas kepentingan partai. Jika ada perbedaan pandangan antara kebijakan pemerintah dan posisi partai, dialog terbuka harus menjadi jalan keluar,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Astrid menyerukan semangat kolaborasi lintas partai untuk mewujudkan Solo sebagai kota yang maju, adil, dan inklusif menuju tahun 2030.
“Kita harus beranjak dari politik identitas menuju politik integritas, dari populisme menuju profesionalisme. Mari bersama membangun demokrasi yang sehat dan berdaya bagi masyarakat,” pungkasnya.








