SOLO, MettaNEWS – Ribuan orang memadati Pagelaran Keraton Surakarta Hadiningrat pada Sabtu (14/6/2025) untuk mengikuti kegiatan Peken Jasindo: Makaryo Hangrekso Budoyo Nuswantoro, sebuah program CSR dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang membuktikan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung usaha mikro, pedagang kaki lima, dan pelaku usaha difabel.
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini menghadirkan bazar UMKM, layanan literasi asuransi, workshop keterampilan, pendampingan sertifikasi halal, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga pertunjukan seni dari komunitas lokal dan difabel.
Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam event yang sarat nuansa edukatif, budaya, dan sosial tersebut.
Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Peken Jasindo adalah wujud komitmen kami dalam memperkuat ekosistem usaha mikro yang inklusif. Kami ingin UMKM dan pelaku usaha difabel naik kelas dan mendapat akses setara ke sistem keuangan dan pasar,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan pejabat daerah, termasuk Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat, Dra. G.K.R. Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd. atau Gusti Moeng. “Keraton mendukung inisiatif seperti ini yang memberi ruang tumbuh bagi UMKM dan komunitas difabel tanpa meninggalkan nilai budaya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka ulang tahun ke-52 Jasindo dengan semangat memberi kontribusi sosial. “Kami sediakan tenda carnafil gratis untuk UMKM dan gerobak untuk PKL. Ada juga pendampingan sertifikasi halal, pembuatan NIB, serta literasi manajemen risiko usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, total pengunjung yang hadir mencapai lebih dari 1.000 orang. “Antusiasme luar biasa. Ini jadi pilot project yang bisa kami replikasi di kota lain. Harapannya, pelaku usaha tidak hanya berkembang, tapi juga punya bekal agar bisnisnya berkelanjutan,” kata Brellian.
Pada kesempatan tersebut, Jasindo juga menyerahkan bantuan dalam berbagai model. Yakni bantuan Paket Usaha Cuci Motor, Paket Usaha Coffee Shop, Alat Pemotong Aklirik, bantuan 50 buku Braille, 10 kursi roda, 20 tongkat tunanetra, beasiswa pendidikan, AC untuk ruang belajar dan laptop, 20 food stall PKL dan 20 meja piknik.
Peken Jasindo menjadi bukti bahwa peran perusahaan asuransi tak hanya sebatas proteksi finansial, tetapi juga mampu memberi dampak langsung pada penguatan ekonomi rakyat berbasis budaya dan inklusi.
Jasindo berharap, langkah ini menjadi kontribusi konkret dalam membantu negara memperkuat sektor usaha kecil dan menengah di tengah tantangan zaman.








