SOLO, MettaNEWS – Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Surakarta menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Kamis (15/5/2025) di kantor BPOM Surakarta.
Mengangkat tema “Reviu Standar Pelayanan dan Diskusi Terbuka, Wujudkan Layanan BERSERI”, forum ini menjadi wadah diskusi lintas sektor demi meningkatkan kualitas layanan publik.
FKP menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, hingga media massa.
Tujuannya adalah menjaring masukan terhadap standar pelayanan publik yang selama ini dijalankan, serta menginformasikan pembaruan yang dilakukan sesuai dengan regulasi dan kondisi terkini.
Kepala Balai POM di Surakarta, Muhammad Fajar Arifin, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan masukan dari berbagai pihak demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik.
Ia memperkenalkan konsep layanan BERSERI, yakni singkatan dari Ber-AKHLAK, Solutif, Efektif Efisien, Responsif, dan Informatif, sebagai nilai dasar dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui forum ini, kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan agar pelayanan kami semakin adaptif dan berdampak,” ujar Fajar.
Ia menambahkan bahwa indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Balai POM di Surakarta terus menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2024, nilai indeks mencapai 96,20—kategori “Sangat Baik”. Dengan evaluasi berkelanjutan dan penyempurnaan standar pelayanan, Balai POM menargetkan pencapaian yang lebih baik lagi di tahun 2025.
Balai POM Surakarta berharap forum seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan partisipatif sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi serta akuntabilitas layanan publik.
Sinergi dengan berbagai pihak diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif dan efisien.








