SOLO, MettaNEWS – Kekalahan Persis Solo pada laga lanjutan Liga 1 2024/2025 melawan Persiku Kudus 0-1 memantik kekecewaan supporter. Ini merupakan kekalahan kali kedua Persis saat bermain di kandang.
Melakoni 6 pertandingan, Persis menelan 5 kali kekalahan dan hanya 1 kali menang. Hasil ini membuat Persis berada di posisi 15 klasemen dengan 3 poin saja.
Spanduk kekecewaan supporter pun banyak tersebar di beberapa jalan di Kota Solo. Spanduk itu bertuliskan “Angkat Kaki!!! Silakan Pergi #savepersissolo”, “Manajemen Bobrok, Persis Solo Diobok-obok!!!” dan “Kapan Menang? #savepersissolo”.

Spanduk mencolok tersebut menjadi perhatian warga yang melintas. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari manajemen Persis Solo terkait maraknya aksi protes atas performa buruk Persis oleh suporter.
“Spanduk bernada protes itu dipasang suporter Persis Solo pada Selasa kemarin. Warga yang melihat itu dibiarkan saja,” ujar Danang (44) warga setempat, Rabu (25/9).

Selain spanduk, tagar #miloout juga beredar di Instagram @dpp_pasoepati. Begitupun postingan bertuliskan “It’s Over Milo Out!” dengan gambar Milomir Seslija.
Milomir Seslija: Sepak Bola Kejam

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija mengaku kecewa atas kekalahan di kandang sendiri. Ia pun bingung dengan pemain karena melakukan kesalahan sama yang berujung kalahnya Laskar Sambernyawa.
“Semua bisa melihat apa yang terjadi di lapangan hari ini. Sepak bola adalah hal yang kejam, karena saat kita harus mengejar kemenangan untuk meraih hasil lebih baik, kita justru kebobolan,” ujar Milo
Dia menilai kekalahan ini sama seperti yang terjadi lawan PSIS dan Persebaya.
“Saat melawan Persik kita bekerja keras. Tapi saat ada momentum kesalahan dan kita ketinggalan. Saya tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk bisa mengatasi permasalahan ini,” katanya.
Dia menyebut banyak pemain lupa hal basic.
“Sepak bola yang kita lihat adalah hasil akhir, itu yang akan menentukan untuk laga karena sebagaimana kita bekerja keras, kita tidak bisa diapresiasi kalau tidak menang,” katanya.
Dia juga menyayangkan banyaknya peluang yang tidak bisa berbuah gol.
“Yang cukup ironis adalah kita bisa mendominasi laga, tapi tidak bisa mencetak gol. Sebagus apapun peluang kalau tidak gol itu tidak berarti,” papar dia.
Dia menambahkan dengan kondisi ini tidak ada opsi lain untuk menyerah. Kekalahan dikandang sangat menyakitkan.
“Ya cukup sedih ketika kita kalah, tapi yang harus kita lakukan, kita tidak punya opsi menyerah. Kita harus bangkit untuk laga selanjutnya,” pungkasnya.
Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide mengatakan pertandingan tidak mudah di Solo. Meskipun demikian Persik bermain cukup baik.
“Strategi memenangkan game sama kita punya peluang. Persis tampil menekan Tapi kan kita masih bisa keluar dari tekanan,” kata Rospide.
Dia menambahkan babak kedua bermain 10 pemain. Dan harus merubah strategi hingga momen datang memenangkan pertandingan.
“Tanda positif bagi kita adalah semangat itu penting karena beberapa game kita perlu untuk menang. Dan hari ini adalah harinya Persik. Sekarang kami istirahat dan menikmati hari ini dengan harapan bermain baik lagi dilaga berikutnya,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah).











