SOLO, Metta NEWS – Meski sempat menurun, angka harian Covid-19 di Solo menunjukkan kenaikan jumlah pasien Covid yang meninggal dunia. Data harian Covid pada Selasa (8/3/2022) mencatat, total konfirmasi aktif baru yang terpapar Covid sebanyak 217 orang, dan total jumlah penderita Covid di Surakarta mencapai 3232 orang.
Dari data harian tersebut, juga mencatat jumlah pasien meninggal karena Covid naik drastis yakni sebanyak 15 orang. Berbeda dari data harian sebelumnya yang rata-rata meninggal karena Covid sebanyak 5 orang.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menjelaskan meskipun angka paparan Covid mulai menurun dan landai, Kota Solo tetap melaksanakan aturan PPKM Level 3.
“Ya tidak ada work from home, kita tetap melaksanakan seperti biasa. Kondisi daruratnya beda dari kemarin pas waktu delta,” ujar Wawali, Selasa (8/3/2022).
Dengan naiknya angka kematian akibat Covid, Teguh menegaskan masyarakat tidak boleh abai saat angka penularan Covid mulai menurun.
“Jadi harapan kami walau posisinya masih agak tinggi tapi kita sudah melandai. Harapan kami akhir Maret ini kita tinggal 1000 an pasien covid,” tutur Teguh.
Dengan semakin melandainya angka covid, Teguh juga berharap pemerintah pusat akan semakin melonggarkan rem pada saat puasa dan lebaran nanti.
“Bulan puasa nanti semoga lebih turun lagi. Jadi ke masjid lebih aman, tidak khawatir, tarawih lebih aman. Lebaran nanti kalau kran sudah dibuka oleh pemerintah pusat kita sudah siap,” tandas Wawali.
Hanya saja, dengan kelonggaran tersebut, Wawali mengajak semua pihak tanpa terkecuali untuk terus menegakan protokol kesehatan.
“Menuju new normal ini kuncinya itu tertib memakai masker dan mencuci tangan. Saat ini BOR rumah sakit sudah turun, jumlah yang terpapar harian juga sudah turun, kesembuhan naik. Tapi kita masih di angka 3 ribuan, semoga kesembuhan terus meningkat dan kita semakin turun paparannya,” pungkasnya.








