Daop 6 PT KAI Sertifikasi Aset di Wilayah Boyolali, Amankan Aset Negara

oleh
oleh

BOYOLALI, MettaNEWS – Amankan aset negara, KAI Daop 6 Yogyakarta sertifikasi aset di wilayah Boyolali, Jawa Tengah.

Upaya pengamanan aset yang berupa lahan milik KAI tersebut diwujudkan dengan melakukan sertifikasi lahan aset, bersama dengan pihak ATR/BPN Kabupaten Boyolali.

Adapun penyerahan sertifikat hak atas tanah KAI berlangsung di Hotel MaxOne Boyolali, Kamis (22/8/2024). Sertifikat tanah seluas 7.168 m2 diserahkan secara langsung oleh Kepala Kantor ATR/BPN Boyolali Priyanto kepada EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo.

Tanah yang telah berhasil disertifikasi kali ini terletak di emplasemen Stasiun Kalioso, Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menyampaikan bahwa KAI mempunyai kewajiban untuk menjaga, mengamankan, dan mengelola lahan aset miliknya.

“Bahkan KAI mendapat kewenangan dari KPK RI untuk menertibkan lahan asetnya dari penyerobotan pihak-pihak yang tidak berhak,” tegas Bambang.

Upaya pengamanan aset di wilayah Boyolali ini merupakan yang pertama untuk wilayah tersebut.

“Kami berharap Daop 6 dapat diberikan kelancaran dalam upaya melakukan pengamanan, penjagaan, ataupun pengelolaan aset-aset lain di wilayah Boyolali ke depannya. Kami juga berharap dukungan dari Kantor ATR/BPN Boyolali dalam melakukan upaya-upaya tersebut,” tutur Bambang.

Kepala Kantor ATR/BPN Boyolali Priyanto menyambut baik atas upaya-upaya yang dilakukan Daop 6 dalam mengamankan asetnya. Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Daop 6 sebagai bentuk pengamanan aset, baik itu aspek fisik maupun yuridis.

“Untuk aset yang belum dilegalkan, agar segera dilegalkan. Dan untuk yang sudah dilegalkan, agar dimanfaatkan,” kata Priyanto.

Priyanto juga mengingatkan Daop 6 untuk sering melakukan pengecekan pada lahannya yang masih kosong.

“Patok batasnya juga sering dicek secara berkala dan dijaga jangan sampai pindah tempat. Jangan sampai ada tanah yang menganggur. Intinya, tidak ada tanah yang tidak dimanfaatkan,” pungkasnya.