SOLO, MettaNEWS – Program Kampus Merdeka, mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Seni Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Angkatan 2023 menggelar pameran bertajuk ‘Ecohibition’ pada Minggu (17/12/2023).
Pameran ini berlangsung di sepanjang koridor depan Ono Solo kafe, jalur Pedestrian Ngarsopuro.
Direktur Direktorat Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan (DRAK) Dr. Sutanto, S.Si, DEA membuka pameran. Turut hadir Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn., selaku pembimbing Mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Solo Art Market (SAM), dan Heru Mataya selaku koordinator SAM.
Pameran Ecohibition mengusung tema “Alam Berseni”. Menyajikan konsep eco art yang di adakan oleh Mahasiswa Magang Hibah MBKM UNS 2023 Prodi Seni Rupa Murni FSRD UNS.
Para artisan ecoprint di SAM berkolaborasi dengan mahasiswa UNS. Ecohibition dihadirkan untuk memamerkan karya-karya ecoprint. Dan karya eco art sebagai bentuk penghargaan kepada alam yang telah memberi kita kehidupan. Karya-karya yang disajikan memanfaatkan bahan-bahan alam dan mengurangi penggunaan bahan kimia. Upaya ini dilakukan untuk mengedepankan konsep ramah lingkungan. Pameran Ecohibition menonjolkan keindahan serta estetika.
“Pameran ini menyampaikan maksud bahwa alam tidak hanya dipandang sebagai objek. Tetapi sebagai sumber inspirasi yang hidup untuk berkarya,” terang Dyah Yuni.
Direktur DRAK UNS, Dr. Sutanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa MBKM perlu terus berkelanjutan.
“Ini acara yang luar biasa keren dan semoga adik-adik mahasiswa tidak berhenti disini. Tetapi dapat melanjutkan dengan program-program lainnya. MBKM UNS selalu mendukung Adik-adik mahasiswa dengan program-program yang brilianr. Yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Dr. Sutanto.
Heru Mataya Koordinator Magang di SAM mengatakan dengan adanya partisipasi mahasiswa MBKM di SAM turut mewarnai karya-karya di SAM. Melalui pameran yang berada di koridor bersejarah yaitu Ngarsopuro ini.
Wakil Dekan FSRD UNS Dr. Denny Tri Ardianto Dipl. Art mengapresiasi kegiatan ini.
“Pameran yang sangat baik dan merupakan program yang mendukung Pemkot Surakarta. Kami berharap dari program ini bisa juga ditiru oleh prodi lain di lingkungan FSRD,” ujarnya.
Civitas akademika UNS menurut Denny memiliki kesempatan luas untuk ikut menyemarakkan SAM. Denny mengatakan pameran ini benar-benar relate dengan kompetensi yaitu ekonomi kreatif industri kreatif.
“Jadi kedepan saya berharap kita bisa bekerja sama dengan prodi-prodi dari FSRD untuk berkontribusi di acara ini dan juga dalam skema MBKM. Semangat teman-teman. Terimakasih atas kontribusi nya,” ujarnya.
Isna selaku ketua panitia menjelaskan karya-karya yang mereka tampilkan dalam pameran ini berupa karya karya eco print instalasi eco art. Dan ikon Rajamala yang merupakan maskot Kota Solo. Pada pameran Ecohibition ini juga menghadirkan beberapa acara menarik.
Yaitu pembukaan performance art dari penari Ayuk dan Omah Mili dengan tema “Flora dan Mexico”, sharing session bersama Hida, pemiliki Reronce Gallery, workshop keramik, lukis totebag, dan eco pounding selama berlangsungnya acara.
“Pameran ecohibition diikuti oleh 40 peserta pameran yang karyanya disajikan secara estetik. Dengan adanya Pameran Ecohibition kita harapkan dapat memberikan pengaruh dan dampak positif bagi masyarakat. Untuk selalu mencintai dan menghargai alam dan lingkungan,” terang Isna.








