SOLO, MettaNEWS – Piala Dunia FIFA U-17 berlangsung 25 hari di Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya. Polisi mengerahkan belasan ribu personel dan sejumlah langkah untuk memastikan gelaran tersebut berlangsung dengan aman.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Adhmad Luthfi, Kamis (9/11/2023) memimpin apel pasukan pengamanan Piala Dunia U-17 di Alun-alun Utara Keraton Surakarta.
Polda Jawa Tengah memangku Kota Solo yang menjadi venue pertandingan di Stadion Manahan, plus sarana pendukung seperti lapangan latihan dan fasilitas akomodasi untuk para atlet dan rombongan lainnya.
Untuk itu, dalam operasi pengamanan bertajuk Aman Bacuya 2023, Polda Jawa Tengah menugaskan 3.616 personel Polri dan TNI. Dalam apel di Alun-alun, Polri tampak mengerahkan juga sejumlah personel dan peralatan khusus seperti tim penjinak bom dari Gegana Brimob.
“Ini tahapan yang kesekian. Sebelumnya sudah kami lakukan operasi intelijen untuk mengendus adanya ancaman keamanan yang mungkin terjadi. Dengan persiapan secermat mungkin, kami yakin seluruh rangkaian event nanti akan berlangsung aman,” ujar Ahmad Luthfi saat wawancara seusai apel.
Di depan peserta apel, Kapolda membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Sambutan tersebut memaparkan FIFA U-17 World Cup tahun 2023 di Indonesia akan berlangsung tanggal 10 November sampai dengan 4 Desember 2023. Melibatkan oleh 24 negara peserta, yaitu Kanada, Meksiko, Panama, Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Ekuador, Venezuela, Kaledonia Baru, Selandia Baru, Inggris, Perancis, Jerman, Polandia, Spanyol, Senegal, Maroko, Mali, Burkina Faso, Indonesia (tuan rumah), Uzbekistan, Iran, Korea Selatan dan Jepang.
Ada beragam ancaman yang gangguan keamanan dan ketertiban, mulai dari kerumunan dan kemacetan. Sampai dengan ancaman kekerasan terhadap pemain, wasit dan official. Bahkan, sabotase, serangan bom hingga bencana alam pun masuk dalam daftar.
Kapolda menegaskan, dalam melaksanakan pengamanan, polisi mengikuti arahan prosedur keamanan dan keselamatan PSSI, standar FIFA dan bekerja sama dengan official.
“Nanti di lapangan kami berkoordinasi dengan stewardess dari official. Sehingga semua tindakan pengamanan juga menggunakan standar yang benar, mengedepankan HAM,” tandas Kapolda.







