Mendekati Perayaan Hari Besar, Piranti Imlek diburu Pembeli, Ini Favoritnya

oleh
oleh
toko lampion
Toko KGH Pasar Gede, menyediakan berbagai perlengkapan Imlek | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, Metta NEWS – Berkaca pada tahun – tahun sebelum pandemi, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2022 warga yang merayakan mulai membeli berbagai kebutuhan termasuk pernak pernik Imlek jauh-jauh hari. Selain untuk mempersiapkan dengan matang, biasanya warga yang mencari kebutuhan untuk Imlek ini juga menghindari keramaian jelang hari raya. 

Termasuk di Toko KGH, salah satu toko yang menjual pernak pernik imlek di Pasar Gede mulai banyak pembeli.

Pemilik Toko KGH, Jefri menyebut permintaan piranti imlek seperti kertas, dupa, hio, lilin dan lampion mengalami peningkatan. 

Tingginya permintaan piranti yang digunakan saat ritual lilin menjelang perayaan imlek dijelaskan Jefri biasa berlangsung menjelang hari raya. 

“Ritual lilin merupakan tradisi dalam ritual sembahyang kepada leluhur atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Ritual ini dilakukan oleh orang tionghoa yang masih mengadopsi tradisi konghucu pada saat imlek,” tutur Jefri. 

Jefri menjelaskan beberapa barang kebutuhan imlek rata-rata mengalami lonjakan penjualan yang signifikan yakni sekitar 10%. 

“Pasalnya piranti tersebut tidak hanya digunakan oleh umat tridharma atau konghucu saja melainkan dari kejawen atau kebatinan dan hindu juga menggunakannya. Selain itu, lilin tersebut juga dapat difungsikan sebagai wewangian dan fisioterapi,” terangnya. 

Untuk harga lilin mulai 10 ribu/pasang, hingga yang besar sekitar 200 ribu an tergantung besar kecil dan beratnya. 

“Cuma kalau dupa kan hari hari biasa juga makai, juga laris akhirnya bertambah ya ada peningkatan.” Ungkap Jefri ketika ditemui di Toko KGH Pasar Gede. 

Kebutuhan lain yang sering dicari pembeli adalah permen yang sedikit mengalami kenaikan harga.  Juga kertas hio dan uang kertas untuk sembahyang pada leluhur. 

Untuk lampion sendiri tidak ada kenaikan harga. Jefry mengatakan harga lampion bervariasi mulai Rp 30.000,- sampai ratusan ribu. 

Selain permen, kue keranjang juga menjadi idola costumer. Jefri menjelaskan, biasanya pembeli memesan terlebih dahulu untuk kemudian diambil mendekati hari raya. 

Jefri menyebut, tokonya tidak menyetok kue keranjang terlalu banyak karena hanya berdasarkan pesanan. 

“Kurang fresh kalau di stok karena rawan berjamur. Kue keranjang yang baik dalam pembuatannya tidak memakai pengawet,” ungkapnya. 

Jefri mengaku penjualan kue keranjang hingga H-6 jelang imlek ini sudah mencapai ratusan kilo. 

“Kalau tahun-tahun sebelumnya ya bisa sampai 1 ton penjualannya. Untuk tahun ini ya berharapnya bisa lebih baik dari tahun kemarin itu sudah bagus karena kita memang belum kembali pulih ya,” tuturnya. 

Kue keranjang yang ia jual berasal dari lima home industri lokal Solo dan kota lainnya salah satunya Kota Tegal. Pada hari biasa penjualan kue keranjang tidak laku sehingga pembuatannya musiman pada waktu imlek. 

“Kita stock cuma berapa nanti kita lihat kalau ada orang yang pesen. Ambilnya by order dari pembeli baru ditelfonkan. Untuk kue per kg paling murah 25 ribu an paling mahal 62 ribu,” pungkas Jefri.