Taman Gesang di Solo Safari Akan Dibangun Ulang, Ada Galeri dan Auditorium untuk Presentasi Musik

oleh
Gesang
Panggung musik dan Monumen Gesang ditumbuhi ilalang yang menjulang di Solo Safari, Rabu (9/8/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS –  Deputi Direktur Taman Safari, Hans Manansang menyebut pembangunan fase 2 Solo Safari akan menyasar pada pembuatan ulang Taman Gesang. Nantinya taman maestro keroncong tersebut bisa digunakan untuk presentasi musik.

“Kalau memang dananya sudah mencukupi, kami buat taman Gesang. Kebetulankan ada tempatnya monumen Gesang, kita akan bikin taman Gesang. Jadi di situ ada galeri, ada auditorium di mana disitu bisa pemusik-pemusik presentasi disana, dan disana juga terdapat memorabilia tentang Gesang gitu,” ujar Hans, Rabu (9/8/2023).

Taman Gesang dahulunya dibangun Pemerintah Kota Solo bersama Perhimpunan Dana Gesang di Jepang pada tahun 1990-an. Taman tersebut dibangun di tepian Bengawan Solo sama seperti lagu ciptaannya yang mendunia.

Kini taman yang hanya tersisa monumen Gesang itu tampak ditumbuhi rumput liar menjulang. Bahkan jika tak dilihat dengan seksama monument tersebut tidak terlihat lantaran ilalang yang menutupinya.

Bangunan kecil yang dulunya digunakan untuk pentas musik juga hanya menyisakan kerangka saja. Lantainya yang kotor juga sudah ditumbuhi rumput liar. Untuk itu, pembangunan ulang Taman Gesang ini diperlukan guna tetap menghidupkan bangunan bersejarah itu tetap ada di Solo Safari.

“Dibangun ulang, kalau sekarang sudah roboh tinggal monumenya saja, jadi nanti kita bikin bangunanya lagi,” ujar Hans.

Nilai anggaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan fase 2 ini sama seperti kebutuhan di fase 1 yakni Rp 30 miliar.

“Rp 30 miliaar di fase 1, 30 miliar di fase 2. Tapi ini belum terkumpul semua jadi sambil jalan, sambil kita fundraising. Karena dananya banyak dari pihak luar, termasuk dari Taman Safari, kami memberikan tambahan sekitar Rp 10 miliar untuk dibangun dan dihibahkan ke TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug) nantinya,” jelas dia.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menargetkan pembangunan fase 2 termasuk wahana baru maupun pembangunan ulang Taman Gesang rampung pada Desember 2023.

“Kalau bisa dinikmati, Desember ini dan memang sudah masuk musim hujan. Setelah Desember sudah dekat dengan Lebaran jadi sekaligus kalau besok Lebaran tahun depan sudah lengkap komplet,” ujar Hans.

Pada fase 2 ini memakan waktu yang cukup lama untuk design. Sedikitnya dibutuhkan waktu hingga 3 bulan lamanya untuk mendesign lahan 30 persen untuk wahana baru dan pembangunan ulang taman.