SUKOHARJO, MettaNEWS – Legenda koki kampung, Darso Catering meluncurkan promo order katering mendapat paket bulan madu gratis ke Pulau Bali. Promo ini hadir pada launching Darso Catering yang berlokasi di Tanjung Anom Gang Jahe III, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo, Selasa (21/2/2023). Catering Darso memiliki beragam Menu Racikan yang masih dipertahankan dalam tradisi unik piring terbang di Solo Raya.
Owner Darso Catering, Yosua Eka Setiawan menjelaskan, cateringnya menghadirkan 6 paket menu racikan dengan konsep piring terbang. Mulai dari Safron, Kapulaga, Vanili, Cengkeh, Kayumanis dan menu racikan Kunyit. Menu racikan ini mulai dari harga Rp22.500 hingga Rp37.500.00.
“Promo pesan catering berhadiah paket bulan madu gratis ke Bali ini berlaku untuk pemesanan nasi racikan Safron dan Kapulaga. Dengan minim pemesanan sebanyak 800 porsi dalam satu kali event,” tutur pemilik yang akrab disapa dengan panggilan Jojo ini.
Jojo mengatakan promo pesan catering gratis honeymoon ke Bali 3 hari dua malam ini berlaku selama periode Februari hingga Agustus 2023. Untuk keterangan lebih lanjut costumer bisa langsung menghubungi Darso Catering.
Darso Catering mempunyai latar belakang perjalanan usaha yang panjang. Nama Darso adalah nama dari nenek Jojo yang berprofesi sebagai koki kampung. Mbah Darso selalu mendapat kepercayaan oleh warga kampung dalam membuat sajian manten atau pernikahan.
Darso Catering Lestarikan Konsep Penyajian Piring Terbang

Awal mula Mbah Darso bersahabat karib dengan Mbah Wongso dan Mbah Asmo. Pada suatu ketika Mbah Asmo meminta bantuan kepada Mbah Darso. Untuk berbelanja keperluan memasak di pasar guna acara pernikahan anak Mbah Asmo. Singkat cerita sebenarnya Mbah Asmo mencari cara praktis untuk memenuhi keperluan sajian pernikahan anaknya. Maka dari itu Mbah Darso dipercaya menjadi Koki oleh Mbah Asmo. Karena kepiawaian Mbah Darso meracik sajian dan citarasa masakan Mbah Darso yang nikmat untuk disantap.
“Usaha catering ini tidak semudah pandangan mata. Perlu keahlian untuk memahami takaran, ukuran, serta bahan rempah-rempah untuk memasak hidangan tersebut,” kata Jojo.
Akhirnya semakin banyak warga yang mengenal nama Mbah Darso. Sajian yang telah tersebar ke lidah-lidah warga menjadikan Mbah Darso sebagai Koki Kampung yang terkenal. Warga sekitar mulai mempercayakan segala acara. Baik hajatan pernikahan, acara Khitan, atau hajatan lainnya kepada Mbah Darso sebagai juru masak.
“Nenek saya mbah Darso ini ulet dan selalu mengajak anak-anaknya saat bekerja. Sehingga keahlian memasak dan meracik menu mbah Darso menurun pada anak-anaknya. Setelah mbah Darso wafat pada usia 84 tahun anak-anaknya bertekad untuk mengembangkannya di bidang catering. Yang sekarang telah menjadi Catering Darso,” beber Jojo.
Catering Darso memiliki beragam menu racikan yang masih mempertahankan tradisi unik piring terbang. Tradisi piring terbang berkembang dan melekat di tengah masyarakat sejak zaman Kerajaan Mataram. Dahulu, latar belakang tradisi ini karena banyaknya tamu yang berdiri ketika menyantap hidangan. Oleh sebab itu, untuk menghormati tamu, munculah tradisi piring terbang. Faktanya, tradisi tersebut muncul dari kawasan pinggiran, bukannya di tengah keramaian atau dekat dengan pusat pemerintahan Mataram. Tradisi piring terbang tak hanya berkembang di daerah Solo, namun juga di daerah Wonosari, Klaten, dan Wonogiri. Dan bertahan hingga sekarang tak lekang oleh perubahan zaman.









