Operasi Buta Katarak Gratis Metta Care Bersama RS DKT Slamet Riyadi Siap Tangani 21 Pasien

oleh
Mata
Screening mata program operasi buta katarak gratis Yayasan Metta Care, Jumat (16/12/2022) | MettaNEWS / KKL Unisri Caesario

SOLO, MettaNEWS – Ruangan Poli Mata RS DKT Slamet Riyadi Solo tampak penuh hari ini. Mereka adalah pasien yang mengantre untuk melakukan screening mata katarak program Yayasan Metta Care Indonesia.

Tampak di sebuah ruangan kecil itu beberapa orang silih berganti masuk. Salah satunya Suryono (64) warga Tipes, Serengan, Solo. Saat mengantre, tampak raut cemas dari wajahnya. Dengan harap-harap cemas kemudian ia masuk ke ruangan Poli Mata.

Selang beberapa menit, Suryono keluar dari ruangan itu. Kali ini wajahnya nampak sumringah. Suryono merasa lega lantaran operasi kataraknya akan segera dilakukan.

Harapan untuk Sembuh dari Buta Katarak

Setelah 3 tahun lamanya penglihatannya terganggu, di bulan ini Suryono mendapat keajaiban berupa operasi buta mata katarak gratis.

“Mata sebelah kiri tidak bisa melihat sama sekali, jadi dengan program Metta Care ini mudah-mudahan bisa menolong apalagi ini gratis, bagi yang belum mampu untuk bisa operasi ini bisa membantu penglihatan normal lagi,” ujar Suryono kepada MettaNEWS, Jumat (16/17/2022).

Katarak
Petugas meneteskan tetes mata pasien buta katarak di RS DKT Slamet Riyadi Solo, Jumat (16/12/2022) | MettaNEWS / Yohanes Roni

Program operasi Metta Care bersama RS DKT Slamet Riyadi ini pun disambut baik olehnya. Terlebih bagi warga yang kurang mampu, program Metta Care ini menjadi harapan bagi mereka untuk kembali melihat indahnya dunia.

“Sebelumnya saya pernah periksa tapi hanya dikasih obat saja nggak ada saran operasi dan ini syukur lewat RS ini sama MettaCare akhirnya bisa dibantu operasi. Pelayannya tadi juga baik sopan santu,” terangnya.

Operasi Buta Katarak Gratis Metta Care Tak Terbatas Status Sosial

Komisaris Utama Metta Care, Sumartono Hadinoto mengatakan total kuota operasi katarak gratis Metta Care di RS DKT Slamet Riyadi berjumlah 25 pasein. Namun sayangnya yang dapat mengikuti screening mata hari ini hanya 21 pasien.

Meski begitu untuk kesekian kalinya Metta Care tetap berkomitmen untuk melanjutkan misi kemanusiaan ini. Adapun tahapan program ini telah sampai di tahap screening mata.

Katarak
Screening mata program operasi buta katarak Metta Care Indonesia, Jumat (16/12/2022) | MettaNEWS / Yohanes Roni

Screening mata merupakan tahapan sebelum operasi katarak yakni dengan mengetahui kondisi mata pasien sebelum benar-benar dinyatakan buta katarak.

“Screening ini perlu dilakukan karena orang yang merasa terganggu penglihatannya kadang merasa buta katarak tapi ternyata setelah dicek sakit mata menahun dan belum tentu katarak,” ujar Sumartono.

Dokter
Konsultasi dokter mata program operasi buta katarak gratis Metta Care Indonesia, Jumat (16/12/2022) | MettaNEWS, Yohanes Roni

Adapun program operasi buta katarak ini telah dilakukan sebanyak dua kali. Dengan menggandeng Bank Mata dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) di RS Mata pada Juni 2022.

Kehadiran operasi buta katarak gratis tentunya menjadi solusi tidak hanya masyarakat kalangan bawah. Namun semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pamflet operasi buta katarak gratis Yayasan Metta Care Indonesia

Selain tidak dipungutnya biaya alias gratis, program yang satu ini juga menjadi solusi bagi mereka yang menbutuhkan penanganan lebih cepat.

“Operasi katarak sebenarnya sudah dicover BPJS tapi terkadang saat menggunakan fasilitas ini prosedurnya memakan waktu. Jadi mereka yang buta katarak dan butuh penanagan cepat Metta Care hadir untuk membantu mereka,” terangnya.

Tidak hanya warga kelas menengah kebawah semua yang membutuhkan untuk operasi katarak pun bisa mendaftar di program Metta Care. Syaratnya pun terbilang mudah yakni hanya membawa KTP saja.

rumah sakit
Antrean di Poli Mata RA DKT Slamet Riyadi Solo, Jumat (16/12/2022) | MettaNEWS / Yohanes Roni

“Dengan BPJS pemerintah tidak membeda-bedakan kalangan bawah atau bukan, sama halnya dengan Metta Care yang butuh sembuh bukan masalah orang yang butuh terberkahi masyarakat kalangan atas atau bawah namanya orang sakit butuh sehat,” ujar Sumartono.

Pihaknya selalu menerima dengan tangan terbuka apabila ada mitra lain yang mengajak Metta Care untuk menggelar aksi sosial kemanusiaan. Tidak hanya terbatas pasa operasi buta katarak.

“Kami tidak menargetkan berapa jumlahnya di tahun ini yang penting ada program yang butuh dilaksanakan dan butuh bermitra atau sebaliknya kami akan terima dengan tangan terbuka,” terangnya.