Perempuan Bersenjata Terobos Istana Presiden, Gibran : Yang Penting Tidak Ada Korban

oleh
oleh
Gibran
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka angkat bicara perihal banyaknya keluhan masyarakat yang datang ke Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta, Rabu (21/9/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Usai insiden perempuan menerobos Istana Presiden dengan membawa senjata api jenis FN pada Selasa, 25 Oktober 2022 pukul 07.00 WIB, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengaku belum mendengar kabar tersebut.

“Saya malah belum tahu,” jawabnya ketika ditemui di Balai Kota, Selasa (25/10/2022).

Gibran mengungkapkan dirinya belum membaca berita dan kaget saat diberi tahu penerobos yang membawa senjata tersebut adalah ibu-ibu.

“Hah? Ibu-ibu? Aku rung maca berita ki (Aku belum baca berita) malah barusan WhatsApp down,” katanya pada wartawan mettanews.id.

Gibran juga bertanya soal korban dalam insiden tersebut dan posisi pelaku saat ini.

“Sudah ketangkep tha? ya sudah kalau sudah ketangkep. Tidak ada korban tha?,” tanya Gibran lagi.

Meskipun terjadi insiden di Istana Negara tempat Presiden Joko Widodo bekerja, Gibran mengungkapkan tidak ada pengetatan pengamanan dari Paspampres yang berada di Balai Kota.

“Tidak ada pengetatan, biasa saja. Saya ga mudeng karena belum ada info soal insiden di sana pokok e aman neng kene (pokoknya di sini aman),” tutur Gibran.

Sebelumnya diberitakan anggota Paspampres mengamankan seorang perempuan dengan tingkah laku mencurigakan.

Komandan Paspampres Marsda TNI Wahju Hidajat Soedjatmiko menjelaskan bahwa perempuan tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Wahju mengatakan bahwa peristiwa ini bukan upaya penerobosan ke Istana Kepresidenan, namun bermula dari kewaspadaan seorang anggota Paspampres yang melihat seorang perempuan dengan tingkah laku mencurigakan. Perempuan tersebut berdiri di dekat pos utama Paspampres di depan Istana Merdeka, berada dekat lampu lalu lintas.

“Jadi perempuan tersebut tidak menerobos Istana. Tapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres) yang langsung menghampiri perempuan tersebut dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota (Paspampres),” ucap Wahju.

Melihat kondisi seperti itu, anggota Paspampres langsung mengambil senjata api yang ditodongkan dan menyerahkan perempuan tersebut kepada anggota Polisi Lalu Lintas yang sedang bertugas di depan Istana.

“Saat ini perempuan tersebut sudah berada di Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Untuk lebih lanjut silakan ditanyakan kepada Polda Metro Jaya,” kata Wahju.