Sambut Hari Anak Nasional, Komunitas Panjat Tebing Solo Ajak Anak-anak Belajar Wall Climbing

oleh
Suasana latihan panjat tebing komunitas Solo Adventum di Kawasan Stadion Manahan , Kamis (21/7/2022) | MettaNEWS Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Solo Adventum atau Komunitas panjat tebing Solo mengelar kegiatan mengajar anak-anak untuk wall climbing di area panjat tebing stadion manahan Kamis (21/7/2022), kegiatan itu sehubungan dengan hari anak nasional yang akan berlangsung pada 23 Juli esok.

Kegiatan ini juga digunakan sebagai ajakan untuk anak-anak agar menyukai kegiatan olahraga. Sekaligus mencari bibit atlet baru yang dapat dipoles sejak dini.

Ketua Solo Adventum sekaligus pejabat di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo, Teddy Sabar Mengungkapkan, pada ajang kompetisi yang banyak berlangsung saat ini, sudah banyak kelas kelas yang mempertandingkan anak anak umur 10 tahun.

“Kategori umurnya sekarang ada 10-11 tahun itu D, 12-13 tahun itu kategori C, 14-15 itu B, 16-17 itu A dan selanjutnya kategori junior, ” ungkap Teddy saat ditemui Kamis (21/7/2022).

Menurutnya jika pada umur 10 tahun sudah ada kompetisi resmi maka harus mempersiapkan dari umur 8 tahun.

Teddy juga mengatakan kegiatan ini juga sebagai latihan rutin yang mana kali ini masyarakat umum khususnya anak-anak yang belum tergabung pada komunitas bisa mengikuti atau menjajal olahraga memanjat ini.

“Kita biasanya latihan di hari Selasa dan Kamis jam 15.00 WIB dan untuk Sabtu Minggu biasanya pagi hari sekitar jam 09.00 WIB, kita menyesuaikan anak-anak sekolah” ungkapnya.

Teddy beranggapan pembelajaran anak-anak sekolah yang terlalu memakan banyak waktu untuk mereka, pasalnya anak-anak jadi tidak mempunyai waktu untuk lebih mengekspresikan diri mereka.

Pelatih, pemanjat senior dari Solo Adventum Sabar Gorky mengungkapkan, olahraga panjat tebing ini merupakan olahraga yang kompleks dari pemikiran, tenaga, skill dan waktu untuk berproses.

“Menurut saya untuk anak-anak ini sangat perlu dilatih karena akan membuka karakter mereka,” ungkapnya.

Selain itu ia beranggapan jika anak-anak sekarang lebih kecanduan ke gadget sehingga membuat rasa malas untuk beraktivitas.

“Dengan olahraga panjat tebing ini saya berharap anak-anak dapat lebih mengekspresikan diri mereka, terlebih lagi mereka bisa menjadi atlet pasti bagian sekali,” pungkasnya.