SOLO, MettaNEWS – Dinas Perdagangan Kota Solo berencana merelokasi pedagang kaki lima (PKL) gerobak yang masih berjualan di sisi utara Stadion Manahan. Belum diketahui kapan waktu para PKL gerobakan yang merupakan pedagang luar selter pindah, namun Disdag sudah berencana memindah lokasi PKL ke barat kantort Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.
Kepala Disdag Solo, Heru Sunardi menyebut akan segera mengedukasi PKL gerobak di usai selter PKL Manahan usai direlokasi. Tidak mampu menampung PKL gerobakan di selter baru Jalan KS Tubun, pihaknya menyebut selter baru ini hanya dapat ditempati maksimal 132 pedagang.
“PKL itu akan dipindahkan ke sisi barat kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, sebab, lokasi baru di sisi barat Stadion Manahan tidak menampung pedagang gerobakan,” ucap Heru Sunardi saat ditemui di Kantor Disdag Solo, Selasa (17/5/2022).
Namun, Heru menyebut di waktu ini pihaknya belum berkomunikasi dengan para pedagang. Hal ini karena jumlah PKL gerobakan belum tercatat di pihaknya. Bahkan pihaknya menyebut belum mengethaui ada atau tidaknya paguyuban yang menampung para PKL gerobakan di sisi utara.
“Kalau di sana (PKL sisi utara Manahan) saya belum tahu ada paguyuban dan sebagainya. Kalau masih dijumpai PKL pakai gerobak dorong dan sebagainya nanti kita edukasi dan sebagainya,” ucapnya.
Akan melakukan penataan PKL gerobak, Heru menyebut hal ini bertujuan untuk meniadakan aktivitas karena adanya pembangunan venue Piala Dunia U-20 pada 2023 mendatang yang akan memafaatkan area PKL Stadion Manahan.
“Konsep kita (PKL gerobakan) akan ditata di situ (barat Dishub) nanti kalau Manahan sudah diadakan pembangunan kita arahkan ke situ (Dishub Solo), kan nggak mungkin ada pembangunan tapi ada aktivitas jualan,” ucap Heru.
Sebelumnya, Hesti salah satu pedangang di Blok C Pintu Belakang Stadio Manahan asal Kerten, Laweyan, Solo mengaku khawatir jika harus pindah lokasi berdagang.
“Khawatir karena sudah lama berdagang di sini. Kalau nggak dikasih tempat di pindahin ya bingung,” ucap Hesti saat ditemui di Jalan Menteri Supeno, Selasa (17/5/2022).
Hesti yang juga pindahan dari selter ini mengaku pernah berjualan selama dua tahun.
“Dulu saya sewa. Ada yang disewakan. Dulu sewanya Rp 3.5 juta/per tahun saya jualan jeruk baby. Yang nyewain yang di ujung itu,” jelas Hesti.
Belum mengetahui info akan dipindah ke Dishub Solo, pihaknya akan menunggu pemberitahuan.
“Belum tahu juga kalau pindah. Kalau nanti selter itu dipindah karena belum ada info ya tetap jualan di sini. Kan beda selter sama jalan. Kalau belum ada surat pemberitahuan ya tetap jualan,” ucapnya.
“Kalau disuruh pindah ya pindah, tapi belum tahu kemana. Jualan di sini ramenya pas Minggu saya jualan dari jam 10.00 WIB sampai jam 19.00 WIB,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Paguban Ngudi Rejeki PKL sisi utara Stadion Manahan, Purwadi menyebut belum ada audiensi dengan Disdag dan Pemkot Solo.
“Kalau yang paguyuban sini nunggu keputusan dari sana, belum ada pemberitahuan. Manut sana dari Disdag,
Itu kan sudah rapat sana, tapi sini belum dikasih tahu,” ucap Purwadi.
Pihaknya menyebut akan terus melakukan aktivitas berjualan seperti biasanya selama belum adanya pemberitahuan resmi untuk pindah lokasi.
“Selama belum ada pemberitahuan resmi kita tetap jualan, nunggu pemberitahuan resmi,” imbuhnya.








