SOLO, Metta NEWS – Tepat berusia tiga puluh tahun Rotary Club of Solo Kartini bergerak bersama masyarakat diperingati dengan buka puasa bersama mengajak perempuan-perempuan mandiri dari berbagai profesi.
Bertempat di Ndalem Danar Hadi Jl Bayangkara Solo, peringatan 30 tahun Rotary Club Solo Kartini sekaligus peringatan Hari Kartini ini juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta, Selvi Ananda, Jumat (22/4/2022).
Menjelang waktu berbuka puasa, istri Walikota Solo tersebut memberikan motivasi pada 50 perempuan mandiri yang semuanya bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.
“Perempuan harus kuat, harus tangguh dan semangat dalam kondisi apapun. Perempuan itu tonggak keluarga. Tepat di Hari Kartini membuktikan perempuan-perempuan itu hebat,” papar Selvi yang tampil anggun berkebaya putih dengan kerudung biru.
Selvi mengatakan di masa pandemi justru perempuan yang lebih banyak bertahan dan berjuang untuk keluarganya.
Selain memberikan motivasi, dihadapan para perempuan-perempuan mandiri dengan berbagai profesi diantaranya tukang parkir di warung soto, pedagang keliling, penjaga rumah kos, pengasuh anak, penjahit, tukang cuci baju, penjual kerupuk keliling, tukang sapu jalan hingga pemandi jenazah, Selvi yang duduk di bawah berbaur bersama juga mendengarkan cerita dan pengalaman dari mereka.
“Waktu membuktikan, perempuan itu andalan di sebuah keluarga yang mengurus masalah mulai dari kesehatan, keuangan, pendidikan, termasuk lainnya jadi ujung tombaknya dikeluarga itu adalah di perempuan,” ujar Selvi ramah.
Pada acara buka puasa bersama tersebut juga dilakukan pembacaan puisi tentang kiprah seorang ibu oleh pengurus Rotary Club Solo Kartini yang menambah haru suasana.
Presiden Rotary Club of Solo Kartini Santi Lim mengatakan para perempuan mandiri dengan berbagai profesi ini mempunyai jasa yang besar pada keluarga masing-masing dan patut untuk di apresiasi.
“Rotary Solo Kartini tidak akan berhenti pada kegiatan ini. Tahun ini dan selanjutnya akan fokus pada pemberdayaan kaum perempuan,” ungkap Santi.
Salah seorang peserta, Upik (60 tahun) yang berprofesi sebagai pemandi jenazah merasa sangat bersyukur dan berterimakasih dengan dilibatkan dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh istri walikota ini.
“Ya terharu, tidak menyangka bu Selvi berkenan hadir dan bertemu dengan kami yang bukan siapa-siapa ini. Mau duduk bareng dengan kita-kita ini dan merangkul semua profesi. Mba Selvi itu Ya Allah luar biasa sekali, baik dan ramah, tadi telaten sekali mendengar cerita-cerita kami,” ungkap kartini dari Pajang ini.








