SOLO, MettaNEWS – Lima kelurahan di Kota Solo Jawa Tengah terpilih untuk menjadi uji coba transisi kompor gas ke kompor listrik. Ada ratusan keluarga penerima manfaat (KOM) yang tersebar di Kelurahan Mojo, Sangkrah, Semanggi, Pasar Kliwon dan Joyosuran.
Kelurahan Mojo menjadi yang paling menerima bantuan kompor listrik berdaya 1000 watt tersebut. Tepatnya warga terdampak penataan (WTP) HP 00001 Kelurahan Mojo.
Lurah Mojo, Nurochman mengatakan bantuan kompor listrik telah didistribusikan sejak dua bulan lalu pada 174 kepala keluarga (KK).
“Sebelum distribusikan ke warda ada sosialisasi dulu dari PT PLN Solo kepada perangkat daerah di kelurahan untuk mengambil keputusan,” kata Nurochman kepada MettaNEWS, Jumat (23/9/2022).
Kelurahan Mojo dipilih sebagai penerima terbanyak di antara 5 kelurahan lainnya di Kota Solo. Hal ini sesuai instruksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).
Data penerima didapatkan dari survei PT PLN dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS agar tepat sasaran.
“Jadi data awalnya memang sebagian dari data terpadu kegiatan sosial (DTKS) kemudian yang lain yang jadi penerima atau WTP di 00001 ada yang memang masyrakat berpenghasilan rendah ada yang tidak,” terangnya.
Untuk saat ini bantuan kompor listrik dikhususkan untuk WTP 00001 Mojo yang juga merupakan DTKS.
“Ketika ada dari Dirjen SDM mendatangkan lagi terakhir dari hasil survei sekitar 121 WTP penerima kemudian pada saat itu ada tamabahan sekitar 60-an lebih menjadi sekitar 174,” terangnya.
Selama 2 bulan distribusi pihaknya tak mendapat keluhan dari masyarakat terkait penggunaan kompor listrik. Namun ia mengakui kompor listrik juga memiliki plus minus jika dibandingkan kompor gas
“Sampai sejauh ini belum ada laporan ke kelurahan kalau ada masalah karena kalau ini satu proses konversi mesti ada konsekuensinya. Kalau seperti kami sebagai pelaksana tidak terlalu bisa mengkritisi suatu kebijakan,” terangnya.
Telah didistribusikan sesuai data pihaknya menyebut penerima bantuan tepat sasaran. Terlebih PT PLN menggunakan data berbasis Dinas Sosial (Dinsos).
“Saya kira tidak salah sasaran karena mereka sudah melakukan survei, yang DTKS itu kebetulan menjadi penerima rumah WTP juga. Sedangkan penerima rumah meruapakan masyarakat berpenghasilan rendah juga walaupun tidak semuanya tidak masuk di DTKS, mudahan tepat sasaran,” tukasnya.








