12 Guru dan Murid Positif Covid, SMA Warga Lockdown 2 Minggu

oleh
oleh
sma warga disemprot desinfektan
Petugas menyemprot ruang-ruang kelas SMA Warga, Kamis (27/01/2022) | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, Metta NEWSUsai 12 orang positif Covid-19 yang terdiri dari 8 siswa, dua guru dan 2 karyawan, SMA Warga Solo menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang sudah berlangsung hampir satu bulan ini. 

Kepala SMA Warga Drs. Purwoto, M. Pd mengatakan hari ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait PTM. 

“Hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan, sesuai regulasi ini dialihkan lagi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama 14 hari, dengan catatan menunggu hasil PCR dari tracing dan melihat dinamika dan situasi yang ada bisa jadi tidak sampai 14 hari,” papar Purwoto ketika ditemui di ruangannya, Kamis (27/01/2022).

Sementara koordinasi dengan Dinas Kesehatan, kata Purwoto lebih pada tindak lanjut tracing yang kontak dengan guru dan siswa terkonfirmasi positif tersebut. 

“Hari Rabu kemarin sebanyak 225 siswa, guru, staf dan karyawan telah diambil sampelnya. Ini kami masih menunggu hasilnya. Delapan siswi yang terkonfirmasi positif tersebut merupakan murid kelas 10 dan 11 dan tengah isoman di rumah.” ujar Purwoto. 

Purwoto menyebut, usai mendapat konfirmasi hasil positif dari Puskesmas Purwodiningratan, pihaknya langsung berkomunikasi dengan Pengawas Sekolah dan Kepala Seksi SMA yang langsung memberikan arahan. 

“Dinas pendidikan sangat responsif, dan kami diminta tetap tenang, karena untungnya siswa-siswa sudah vaksin lengkap. Ini harus dikendalikan supaya yang terkonfirmasi positif bisa menjalani isolasi mandiri dan kami mengembalikan pembelajaran dengan PJJ seperti dulu,” ungkapnya. 

Karena lokasi SMA yang berdampingan dengan SMP, dari kondisi ini, Purwoto menyebut PTM untuk SMP juga langsung dialihkan menjadi PJJ juga. 

“Sebenarnya baik itu SMP maupun SMA, kami menjalankan prokes dengan ketat. Sekolah ada 3 lantai, tiap lantai sudah ada petugas. Absensinya datang pulang melalui barcode dan sudah terkoneksi dengan peduli lindungi. Ini termasuk ekstra ketat, kontrol setelah pulang sekolah itu yang agak susah. Tapi kami terus komunikasi dengan orang tua agar ketat memantau anaknya,” ungkapnya. 

Pantauan langsung di SMA Warga, tampak petugas tengah menyemprotkan desinfektan di setiap ruangan dan sudut sekolah. 

“Bahkan untuk desinfektan kami tidak berhenti, sebelum anak datang sudah steril, anak pulang sekolah langsung kami sterilkan lagi,” pungkas Purwoto.