Wujud Keberagaman Jelang Imlek, Masyarakat Tionghoa Bersih-bersih Pura Mangkunegaran

oleh
Imlek
Masyarakat Tionghoa membersihkan bersih Kavalerrie-Artillerie Pura Mangkunegaran, Jumat (9/2/2024) sebagai tradisi menyambut Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jelang Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, puluhan masyarakat Tionghoa yang tergabung dalam Solo Youth Club Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) dan Pemuda Pemudi Makin (Pakin) bersih-bersih Kavalerrie-Artillerie Pura Mangkunegaran, Jumat (9/2/2024).

Ketua Panitia Bersama Imlek 2574/2023, Sumartono Hadinoto menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk melanjutkan dan melestarikan hubungan baik antara Pura Mangkunegaran dengan masyarakat Tionghoa.

“Dalam sejarah Mangkunegaran  hubungan dengan teman-teman Tionghoa ini sangat erat bahkan pada masa-masa perjuangan. Jadi Gusti Mangkunegara X sebagai penerus Pura ingin melanjutkan dan melestarikan hubungan baik ini dengan teman-teman Tionghoa,” ujarnya.

Kegiatan bersih-bersih merupakan tradisi Tionghoa menjelang Imlek. Dikatakan Sumartono bersih-bersih Pura Mangkunegaran pertama kali diadakan tahun ini.

“Dewa Dapur itu selalu laporan ke Raja Surga makanya sebelum hari Imlek semua rumah harus dibersihkan supaya laporannya baik-baik. Bahkan mereka diberi kue keranjang karena rasanya manis supaya mereka nanti laporannya ke Raja Surga baik-baik semuanya. Jadi biasanya memang kebudayaan Imlek itu potong rambut, merapikan baik diri sendiri maupun rumah itu dilakukan sebelum Imlek,” terangnya.

“Karena pada hari raya karena pada saat Imlek akan banyak dewa dewa turun untuk berbagi berkah tentunya kalau semuanya tampak bersih tampak indah dan pakai pakaian baru agar setiap tahun bisa beli pakaian. Itu yang biasanya dilakukan teman-teman,” imbuhnya.

Sumartono berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Ke depannya kemitraan antara siapapun dengan Mangkunegaran bisa terus berlanjut berkembang dan lebih harmonis.

KGPAA Mangkunegara X menyebut Pura Mangkunegaran menjadi rumah untuk seluruh kebudayaan Nusantara. Pun dengan adanya salah satu tradisi Imlek dengan menggelar kegiatan bersih-bersih di Pura Mangkunegaran.

“Senang sekali, kebetulan di tradisi Tionghoa ini ada tradisi bersih-bersih ya Tahun Baru Imlek lusa. Saya sangat syukuri tentunya ini menunjukkan bahwa Mangkunegaran sebagai suatu Kerajaan Jawa ini jadi rumah untuk seluruh kebudayaan Nusantara. Salah satunya tentu hari ini dengan kita melaksanakan sama-sama mengangkat satu sama lain dengan tradisi Tionghoanya menjadi salah satu perwujudan,” terangnya.

KGPAA MN X memaknai tradisi Tionghoa bersih-bersih menyambut tahun yang baru ini menunjukkan rasa kepedulian masyarakat di Kota Solo. Baik masyarakat Mangkunegaran maupun masyarakat Tionghoa dirasa mempunyai rasa kepedulian yang sama untuk merawat Mangkunegaran sebagai suatu sentra budaya yang sudah ratusan tahun ada.

“Ini kan bukan hanya milik kami tapi milik orang Solo juga. Masyarakat senang juga bisa merawat bersama-sama kebetulan momentum nya juga ada Tahun Baru Imlek jadi ada momentum tradisi yang kita bisa sama-sama saling menguatkan jadi pas sekali. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi hubungan yang bisa terus baik dan terus berlanjut ke depannya,” pungkasnya.