Jaring Tersangkut Batu, Nelayan Tenggelam di Bengawan Solo

oleh
basarnas selam, tenggelam di bengawan solo
Penyelam SAR diterjunkan untuk mencari jasad nelayan yang tenggelam di Bengawan Solo, Selasa (17/10/2023) | Humas Basarnas

SUKOHARJO, MettaNEWS – Pencarian SAR terus dilakukan untuk menemukan jasad Pardiman (35), warga Tegalan, Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari yang tenggelam di Bengawan Solo sejak Senin (16/10/2023) sore.

Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto menyebut, SAR gabungan dari Pos SAR Surakarta dan relawan setempat masih berlangsung.

Baca juga: Jenazah Perempuan Mengapung di Bengawan Solo, Ternyata Warga Pucangsawit

“Pagi ini kami lakukan penyusuran dan penyelaman di lokasi korban tenggelam. Tapi belum membuahkan hasil, semoga hari ini berhasil,” tutur Koordinator Pos SAR Surakarta, Arief Sugiyarto kepada MettaNEws, Selasa pagi.

Kecelakaan yang menimpa Pardiman bermula ketika korban mencari ikan bersama seorang teman di sungai yang mengalir tidak jauh dari rumah. Dari sungai kecil, arus menghanyutkan Pardiman ke aliran Bengawan Solo.

Baca juga: Pembangunan Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo Habiskan Rp 600 Miliar, Intip Ada Apa Saja

“Saat itu jaring tersangkut batu dari korban berenang ke tengah untuk melepaskan. Tapi mungkin karena kelelahan, akhirnya tenggelam di Bengawan Solo,” papar Arief.

Situasi Bengawan Solo di tempat kejadian saat ini, kedalaman sekitar 5 meter dan arus tenang.