Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar dari Tiongkok di KEK Kendal, Serap 500 Tenaga Kerja

oleh
oleh

KENDAL, MettaNEWS – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik dunia, perusahaan percetakan berteknologi tinggi asal Tiongkok, PT DKV Printing Indonesia, resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Selasa (21/7/2026).

Perusahaan tersebut menanamkan investasi senilai Rp480,64 miliar dan telah menyerap sekitar 500 tenaga kerja lokal. Peresmian operasional dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menilai kehadiran investasi baru tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim usaha di Jawa Tengah.

“Di tengah geopolitik dunia, Jawa Tengah masih dipercaya untuk melakukan investasi. Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan terima kasih. Hari ini PT DKV Printing Indonesia resmi beroperasi,” ujar Ahmad Luthfi.

PT DKV Printing Indonesia bergerak di bidang percetakan berteknologi tinggi dengan berbagai produk, mulai dari label, kemasan, kotak sepatu, hingga berbagai material percetakan yang digunakan oleh sejumlah merek internasional.

Luthfi menuturkan, keberhasilan menarik investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong investasi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan transfer teknologi.

“Investasi ini bukan hanya membawa modal ke Jawa Tengah, tetapi juga membawa alih teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan industri berbasis teknologi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing industri Jawa Tengah sekaligus meningkatkan produktivitas sektor manufaktur dalam jangka panjang.

Saat berdialog dengan manajemen perusahaan, Luthfi menerima laporan bahwa operasional PT DKV Printing Indonesia saat ini telah melibatkan sekitar 500 pekerja, mayoritas berasal dari masyarakat sekitar.

Luthfi menyebut, penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi indikator bahwa investasi mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah akan terus mendorong investasi yang tidak hanya besar nilainya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkuat struktur industri daerah,” ujarnya.

Luthfi menambahkan, Jawa Tengah hingga kini masih menjadi salah satu tujuan utama investasi dari berbagai negara seperti Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.

Kepercayaan investor tersebut, lanjutnya, didukung oleh berbagai faktor, mulai dari iklim investasi yang kondusif, kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, kepastian hukum, hingga ketersediaan tenaga kerja yang kompeten.

“Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang mempunyai daya saing, terkait tenaga kerja maupun investasi di Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi juga meresmikan operasional PT Foodindo Dwivestamas, perusahaan industri makanan dan masakan olahan dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Perusahaan tersebut menginvestasikan dana sebesar Rp249,31 miliar dan telah menyerap 150 tenaga kerja.

Dengan masuknya dua investasi baru tersebut, total nilai investasi yang diresmikan di KEK Kendal mencapai Rp729,95 miliar dengan penyerapan sekitar 650 tenaga kerja.

Kehadiran PT DKV Printing Indonesia dan PT Foodindo Dwivestamas semakin memperkuat posisi Kawasan Ekonomi Khusus Kendal sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional. Selain meningkatkan daya saing sektor manufaktur, investasi tersebut juga diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja, mempercepat transfer teknologi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara berkelanjutan.